Bung Ahmad Dimpu, maafkan reply saya yang sangat terlambat, berhubung kesibukan saya yang tak terhindarkan. Sekali lagi maaf. Saya senang pada akhirnya kita bisa saling mengisi, dan saya menerima penjelasan Anda sebagaimana Anda menerima penjelasan saya. Pada saat ini kita mengetahui bahwa proses audit itu telah bergulir dari KPU, dan bahkan Polri-pun menyatakan akan memeriksa Bank Lippo. Dilain pihak issue Lippo gate tidak begitu menggelegar lagi, karena beberapa distorsi data telah terkoreksi, misalnya bahwa itu 'mungkin' bukan melibatkan bank Lippo tetapi pribadi-pribadi saja, dan jumlahnya juga tidak sebombastis itu. Sekali lagi terima kasih atas info-sharing selama ini. Saya terkejut benar bahwa ternyata seminggu ini jatah 2 MB yang disediakan hotmail telah terlampaui. Salah satunya diskusi Lena Gate dalam nuansa sedikit lain. Kirain diskusi kita paling keras ya bung Ahmad, ternyata nggak tuuuhhh.... Ha ha haaaaa Yap >From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: [Kuli Tinta] AUDIT PDIP (u/ Yap C. Young) >Date: Mon, 30 Aug 1999 20:55:36 -0700 (PDT) > >--- "Yap C. Young" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >Duh..duh..duh, bung Yap kelihatannya makin panik ya..... > >del. >Begini bung Yap, silahkan anda cari seorang pakar bahasa apa sebenarnya >pengertian kata ahli itu. Ahli itu kalau tidak salah bisa berarti juga >yang berhak, betapa sempit pengertian anda tentang seorang yang ahli, >pernah dengan kata ahli waris? > >Maaf, saya bukan mau berkilah atau mencari-cari alasan, tapi begitulah >adanya. Dan saya luruskan pula bahwa pokok masalah kita kan : layakkah >seorang Amien Rais diangakat jadi ketua koordinator tim audit terhadap >PDIP. Jadi wajar dong kalau unsur keahlian dan kenetralan jadi syarat >prioritas bagi sang auditor, Saya rasa anda pasti setuju. > >del. ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
