teman-teman netters yang saya hormati, saya baru mendapat forward e-mail
dari salah satu millis yang isinya mengenai keadaan Ambon, mudah-mudahan
bisa memperjelas keadaan dan bisa menjadikan titik tolak kedamaian.. PEACE
!!!
=====================================================================
Hari ini saya bertemu dengan seorang Pastor tamu dari Indonesia,
keluarga beliau berasal dari Ambon dan beliau sendiri sekarang
mengkoordinasi bantuan untuk Ambon bekerjasama dengan pihak
Militer dan Pemerintah, sehingga sering ke Ambon untuk melihat
sendiri kondisi disana sambil mengatur bantuan yang tiba.
Dalam misa disinggung sedikit mengenai apa yang sebenarnya terjadi
di Ambon. Dikatakan bahwa berita-berita dikoran dan internet pada
umumnya bohong semua, terlalu banyak yang ditutupi.
Adalah hal yang biasa kalau setiap hari paling tidak ada 50 korban
terbunuh dan jenasahnya dibiarkan tergeletak dimana-mana tidak
terurus. Seorang pastor lainnya dari Jakarta sekitar tiga minggu
yang lalu memakamkan kerangka manusia. Dipeti mati itu hanya
terdapat tengkorak manusia tanpa tubuh, karena tubuhnya entah
kemana, mungkin sudah dicacah, dicincang seperti korban lainnya.
Sedikit berita yang agak melegakan didalam pertumpahan darah
antar agama tersebut adalah bahwa umat dan gereja Katolik tidak
terlibat didalamnya.
Sedangkan di gereja lainnya, sering terjadi adalah pemberian
semangat untuk bertempur, 'onward Christian soldier'.
Jadi kalau di jalan atau ditempat lainnya terjadi pencegatan orang,
langsung ditanya, 'Kamu agama apa', kalau dijawab Kristen lalu
yang mencegat adalah Muslim, langsung dipotong kepalanya,
begitu juga sebaliknya. Berita terakhir dikapal pengungsipun
terjadi pertarungan dan ada mata yang terlepas dari pemiliknya.
Kalau yang ditanyai menjawab Katolik, langsung diminta berdoa
Salam Maria, kalau bisa langsung dilepas.
Setelah misa, saya mendekati pastor dan menanyakan bagaimana
kok orang Katolik bisa luput dari pertumpahan darah tersebut ?.
Ternyata pada saat pertikaian dimulai dulu, Uskup Mandagi langsung
memerintahkan para pastor untuk selalu berada ditengah umat dan
melarang mereka untuk ikutan terjun di arena.
Ternyata sikap ini dihargai oleh pihak Muslim dan Kristen, bahkan
hirarki gereja disana sering menjadi tempat minta tolong oleh kedua
pihak yang bertikai.
Sikap yang sangat bijaksana ini dapat pula dipakai untuk merangkul
mereka yang berseteru di Timtim, apalagi kebanyakan dari mereka
adalah Katolik.
Alangkah baiknya kalau kita semua yang biasanya pandai menilai,
beropini dan berkomentar juga pandai membantu mereka yang
menderita di Ambon.
Menunggu saran dari rekan-rekan yang baik atas hal diatas.
Salam, PAB
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!