Bung Dave,

Saya menangkap betapa beratnya beban yang dihadapi RR ketika harus memilih 
mana yang benar dari keduanya. Dengan sekuat tenaga (yang saya tulis nggak 
lucu itu)dia berusaha menetralisir suasana, supaya nggak frontal, atau 
terpaksa jatuh korban, sampai suatu ketika istilah contempt of the 
Parliament diucapkan oleh beberapa anggota DPR. Inilah yang saya maksud 
bahwa risiko yang dia ambil bukan sekedar yang affordable. Dengan sangat 
terpaksa dia melangkah ke luar batas kemampuan menanggung risiko, beyond his 
affordability.

Secara psikologis, menarik untuk diamati apakah dorongan menahan jatuhnya 
pilihan sampai sekian jam dengan suasana yang semakin memanas itu lebih 
dipengaruhi oleh inner factor ataukah faktor eksternal yang ditengarai 
sebagai tekanan, ancaman dan sebagainya itu. Masih discussable, tetapi musti 
ada yang punya modal cukup pada disiplin psikologi. Kalau nggak ya cuman 
jadi obrolan warung kopi.

Sayang anggota Dewan belum terdengar berani mengubah konvensi bahwa rapat 
Pansus selalu diselenggarakan tertutup. Mestinya kalau Dewan cukup 
responsif, kasus yang satu ini bisa dikecualikan, sehingga dapat ditayangkan 
langsung. Dan masyarakat tetap bisa menikmati 'kualitas' masing masing aktor 
yang bermain disana.

Yang affordable ya ketika dia membacakan jawaban atas pertanyaan tertulis 
anggota Dewan diawal pertemuan. Sayangnya itu nggak menambah kejelasan 
apapun, karena terlalu normatif.

Yap

>From: [EMAIL PROTECTED]
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] affordable risk RR
>Date: Fri, 10 Sep 1999 11:40:37 +0700
>
>Bukan bermain kata-kata bung Yap, tapi mencari kata-kata yang tepat, untuk
>diucapkan, sebab pasti di bayangan beliau kalau salah ucap sedikit,
>bayangan siluman itu pasti siap menerkan dia, bayangin aja bung, 200 juta
>pasang mata menyaksikan beliau ngomong.. gimana enggak kagok ?
>- dave -

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke