Terima kasih responsnya bung Ahmad Dimpu.

Tendensi saya terutama adalah keprihatinan yang mendalam bahwa musibah 
senantiasa datang beruntun menimpa bangsa ini, akibat keputusan keliru yang 
dibuat oleh orang-orang yang mendapat amanat untuk memimpin dan mengangkat 
bangsa ini dari keterpurukan yang dalam.

Sementara, entah untuk motif apa, ada saja yang mendukung dengan dalil 
pembenaran bagi sesuatu yang nyata nyata salah itu, sehingga kesalahan demi 
kesalahan berulang terus, tanpa pertanggung jawaban yang jelas.

Bagi saya ini adalah bagian dari amar ma'ruf nahi munkar. Dengan pikiran 
jernih, dengan teguh pendirian, tanpa kekerasan fisik. Ini saya niatkan 
sebagai ibadah.

Mengenai apakah itu mengkritik tokoh islam, saya ingin bertanya dahulu apa 
yang Anda maksud dengan tokoh Islam?
Apakah seorang yang disebut tokoh dan kebetulan beragama Islam, selalu 
disebut tokoh Islam?
Lalu bagian mana dari posting saya yang Anda sebut mengkritik tokoh Islam?
Lalu apakah memang ada aturannya tidak boleh mengkritik tokoh Islam?

Akan lebih baik kalau dalam penjelasan itu Anda dapat menyebutkan dalil yang 
mendasari, baik dari Al Qur'an, Hadist, Qiyas maupun Ijma'.

Dengan penjelasan Anda, Insya Allah saya dapat memberikan jawaban yang 
menjadikan diskusi ini lebih jernih dan bersahabat dalam rangka tawashul bil 
haq.

Yap

>From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Timlo
>Date: Fri, 10 Sep 1999 03:28:40 -0700 (PDT)
>
>Terus terang, tendensi anda dalam posting ini sebenarnya apa? Apakah
>mengkritik tokoh-tokoh Islam?
>
>Apakah mengkritik habibie? Apakah mengkritik para pengungsi, nggak
>jelas....
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke