Saya setuju setuju saja Bung Yap...
Tetapi tentunya PAN minus ICMI....

Maaf bagi yang tersungging...eh..tersinggung...:)


Salam,
bRidWaN

At 08:56 AM 9/10/99 JAVT, Yap C. Young wrote:
>Satu demi satu posting gencar tentang Amien Rais (AR) membuat saya merenung 
>tentang PAN, Partai Amanat Nasional. Bagaimanapun PAN adalah asset yang 
>sangat prospektif dan tidak boleh ada yang melecehkan seenaknya.
>
>PAN dalam pandangan saya, adalah Partai yang bagus baik secara struktural 
>maupun fungsional. Visi dan platformnya, hati dan jiwanya, menjawab 
>kebutuhan bangsa ini. PAN adalah Partai yang benar-benar dibutuhkan untuk 
>mentransformasi bangsa ini kemasa depan yang semestinya. Tidak mengherankan 
>kalau PAN mampu 'mengandangkan' banyak tokoh dan calon tokoh potensial yang 
>sangat siap dikembangkan menempati jajaran puncak pimpinan di Indonesia.
>
>Kalau ada yang perlu ditingkatkan di PAN adalah bahwa PAN harus segera 
>mendapatkan Pemimpin yang memadai, yang siap pakai dalam politik. PAN 
>membutuhkan nakoda yang mampu menyemangati kadet-kadetnya berkembang secara 
>optimal. PAN membutuhkan pemimpin politisi senior yang bukan hanya rela, 
>tetapi juga mampu mendorong junornya tumbuh menjadi pemimpin yang handal. 
>Banyaknya  orang berkualitas yang mampu dijaring PAN, belum merupakan 
>jaminan kemajuan PAN, kalau mereka tidak mampu mensinergikan potensinya. 
>Apalagi kalau sebagian potensinya terpaksa harus disaling hadapkan, sehingga 
>saling menihilkan.
>
>Sayang sekali Pemimpin yang mampu memberi warna itu, setelah melihat setahun 
>terakhir ini, bukanlah pada diri AR. Bekal pengetahuan, duniawi dan uhrowi 
>yang sudah lebih dari cukup itu ternyata hanya mampu menghadirkannya sebagai 
>politisi novice di Indonesia. Sifatnya yang terlalu mudah bereaksi terhadap 
>hal tanpa seleksi yang arif, terlalu mudah berubah sikap, dan terkesan ingin 
>menonjol sendiri, menjadi bumerang bagi karir politiknya. Sehingga banyak 
>hal baik yang disumbangkannya pada gerakan reformasi, layaknya sebuah istana 
>pasir yang lenyap seketika dengan hanya sebuah tiupan satu dua blunder yang 
>diperbuatnya. Blunder itu masih manusiawi dan Amien Rais masih dapat 
>berkembang lebih lanjut, untuk menjadi lebih handal dalam dunia politik 
>Indonesia. Tetapi itu perlu waktu. Sementara kader kader potensial yang 
>sudah terlanjur berada didalam PAN seperti terjebak didalamnya dan 'mundur 
>isin' (malu reposisi), sehingga menjadi potensi yang mubazir bagi kemajuan 
>bangsa ini. Tidak ada posisi yang lebih jelek daripada stuck in the middle.
>
>PAN bagaimanapun perlu segera melihat arti strategis seorang pemimpin. PAN 
>butuh seseorang yang mampu mentransformasikan segala potensi didalamnya 
>menjadi kekuatan effektip yang mampu mempercepat laju reformasi.PAN butuh 
>pemimpin yang handal, bukan experimental.
>
>Yap
 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke