Bung Daniel, nyelonong untuk memberitahu boleh kan?
Saya sudah tidak berlangganan Kompas.
Saya baru membaca Kompas kalau diberitahu teman bahwa ada berita yang perlu
saya baca.


----- Original Message -----
From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 13 September 1999 01:07
Subject: [Kuli Tinta] Srt Pembaca dan Politik di Kompas


Kalau saya salah, mohon dikoreksi.

Sepengetahuan saya surat-surat pembaca di Harian Kompas tidak pernah ada
yang isinya "suara hati" rakyat biasa mengenai masalah2 politik. Yang
sekarang ini sedang panas2-nya. Tdk seperti di media lain. Cukup ramai
dengan opini2 bermateri politik aktual dari para pembacanya. Yg ada di
"Redaksi YTH." Kompas melulu masalah sosial sehari-hari, pelayanan umum,
dll.

Apakah ini berarti Kompas:
- menganggap enteng suara rakyat biasa, yg mungkin dianggap masih ingusan
soal politik (mengutip komentar Amien Rais tempo hari di D&R), sehingga tak
pantas dimuat di Kompas yang hebat. Buktinya, materi soal (opini) politik
hanya ada di artikel2 yg ditulis oleh penulis2 yg sdh tdk asing lagi
(pakar)?

Terima kasih.



Daniel H.T.


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke