Dalam beberapa seminar tentang kepemimpinan sering timbul pertanyaan: apakah 
seorang pemimpin harus punya moral yang baik? Atau lebih lengkapnya, apakah 
untuk menjadi pemimpin anda harus memiliki integritas atau moralitas yang 
tinggi? Jawabnya: Nggak harus! Kemampuan jauh lebih penting.  Kalau memang 
punya moral atau integritas, boleh jugalah. Apa memang demikian?

Karakter, atau yang dapat dijabarkan dengan integritas, standard moralitas, 
kepedulian dan semua sifat adiluhung lainnya,  sama sekali bukan prasyarat 
bagi seorang pemimpin untuk mencapai sukses. Seseorang dapat saja tidak 
memiliki itu semua dan berhasil sebagai pemimpin.

Seseorang yang mampu menggalang kekuatan, lalu melakukan penekanan atau 
bahkan pembasmian pada semua pihak yang berseberangan, dan melakukan politik 
sapu bersih, dapat saja menjadi pemimpin yang effektip.  Sangat effisien 
dengan kepemimpinan yang penuh kekerasan (forceful leadership). Contohnya 
dapat dicari sendiri sendiri, apalagi zaman sekarang dimana kekerasan sangat 
mudah menyeruak dengan hebatnya. Kalau disini mungkin nggak ada. Entah nun 
jauh disana. Pada zaman dulu keganasan di Dachau pada zaman Nazi misalnya, 
menggambarkan kisah pahit dan brutal. Tetapi itu sangat effisien.  Contoh 
kepemimpinan yang sangat profesional.  Rapi. Tenang. Tak berbekas. Ya, 
seseorang dapat saja menjadi pemimpin tanpa harus punya moral.

Jadi apakah moralitas itu penting dalam kepemimpinan? Pertanyaannya harus 
dilanjutkan , penting bagi siapa? Jelas tidak bagi sang pemimpin, tetapi 
sangat penting bagi korbannya.
Kepemimpinan tanpa moral adalah neraka.

Munculnya orang kuat, tanpa moralitas dan integritas, menciptakan neraka 
didunia bagi sesama manusia, bagi binatang, tumbuh-tumbuhan, alam dan bahkan 
bagi lingkungan hidup. Apakah kita pernah mempunyai pemimpin yang kurang 
bermoral? Apakah sekarang juga masih ada pemimpin yang kurang bermoral?

Yap
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke