Terima kasih kepada Bapak Bapak disini atas
tanggapan dan saran/masukannya.
Sebenarnya ada yang keliru mengenai 'kebencian'
saya terhadap AR. Tidak ada benci membenci, dan
itu sangat dilarang oleh Agama.
Saya selama ini hanya 'mempertanyakan' segala
sepak terjang AR yang seolah-olah terkesan
"pro Reformasi", padahal menurut saya justru
"pro Status-quo".
Memang beliau habis2-an menghujat Pak Harto kala
itu (seperti Sri Bintang juga melakukan hal yang
sama), tetapi apakah itu berarti beliau anti
Status-quo ?
Itupun pendapat pribadi saya dan itupun belum
tentu benar. Hanya dari hari kehari koq saya
melihatnya semakin menjadi kenyataan ?
Salam,
bRidWaN
At 02:17 PM 9/19/99 +0700, J.Sujanto wrote:
>
>Turut nimbrung, Bung semuanya,
>Saya berusaha untuk tidak membenci/kontra/cinta/mengkultuskan
>person; tetapi yang menjadi ukuran saya adalah ucapan dan
>perbuatannya.
>
>Bisa suatu saat dia (siapa saja) berucap dan berbuat baik untuk
>rakyat banyak, suatu saat lainnya person yang sama berbuat dan
>berucap yang tidak baik untuk rakyat. Dalam prakteknya : ucapan
>yang tidak baik, saya tentang atau diamkan; dan sebaiknya yang
>menguntungkan rakyat, saya dukung atau diamkan; personnya tetap
>bersahabat baik!
>
>Tolak pangkal pandangan tsb. adalah adanya Hukum Alam
>tentang Perobahan :
>
> 1. berobah tempat
> 2. berobah bentuk
> 3. berobah menurut waktu
> 4. berobah sifat/kwalitas.
>
>Yang sangat penting adalah pertanyaan; "apakah konsisten untuk
>kebaikan rakyat ataukah hanya kepentingan intersest pribadinya
>sendiri?"
>Karena strategi dan taktik sangat terikat-situasi stuatiegebonheid/
>situation gebundenkeit), sehingga sangat sulit untuk memberi
>penilaian yang objektif dan tepat; apalagi jika yang menilai
>sudah "berwarna tertentu"!
>
>Dan perobahan tsb. jalan terus menerus ( panta rei ).
>
>Soal yang dimaksudkan "intelectual minority" mungkin "the
>intelectuals yang merupakan middle class" dalam suatu masyarakat
>bernegara dan independent.
>
>Memang kita masih kurang "menciptakan" middle class semacam itu.
>Sepatutnya mass-media kita "jeli" untuk mengkatrol mereka yang
>baik dari middle class tsb. ke permukaan, sehingga bisa jadi
>panutan masyarakat, ump. Bung kita RIDWAN.
>
>Mungkinkah melalui internet bisa kita "ciptakan" kelompok
>intelectuals semacam itu???
>Insya Allah.
>
>Salam mengabdi rakyat,
>J.Sujanto
>----- Original Message -----
>From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 19 September 1999 12:48 PM
>
>
>>---bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> > Terima kasih Pak Ahmad atas nasihatnya, bagaimanapun
>> > saya senang dengan membaca apa-apa yang anda tulis.
>> >
>> > Cuma satu yang saya mau tanya, siapa yang sudah
>> > masuk
>> > kalangan 'intelectual minority' tersebut ?
>>
>> Kalangan PIONEER dalam bidangnya, biasanya kalangan ini hanya terdiri
>> dari sebagian kecil masyarakat bangsa. Dan biasanya ide awal mereka
>> itu selalu tidak disukai oleh masyarakat awam lebih-lebih pemerintah.
>>
>> Contoh : Kalangan priyayi Jawa yang mendirikan Budi Utomo, yang menjadi
>> cikal bakal Nasionalisme Indonesia. "minority" karena kelompok ini
>> hanyalah golongan kecil dari bangsa yang besar(Indonesia) waktu itu.
>> Dan kelompok ini lah yang jadi pioneer, kelompok pembawa perubahan.
>>
>>
>> > Tentunya bukan tokoh yang sedang kita bicarakan,
>> > bukan ?
>>
>> Soal AR, Saya tidak tahu persis bung apakah dia masuk dalam golongan
>> ini, Tapi begini bung Ridwan, saya sarankan sebaiknya kita tidak
>> membenci seorang tokoh berlebihan, kita tidak tahu mungkin 50 atau
>> 100 tahun lagi ide-ide nya malah jadi trend.
>>
>> > Salam,
>> > bRidWaN
>> > ...
>> > At 02:50 AM 9/17/99 -0700, Ahmad Dimpu wrote:
>> >
>> > >Jangan kecil hati bung Ridwan, karena mungkin anda
>> > >itu masih berada dalam kelompok "asli" orang awam,
>> > >alias hanya orang biasa-biasa saja.
>> > >
>> > >Jadi perasaan seperti itu biasa kok terjadi dalam
>> > >diri kita, terutama dalam menilai orang lain.
>> > >
>> > >Dasar kita menyukai orang lain kan kalau kita
>> > >merasa bahwa pemikiran-pemikiran nya seirama
>> > >dengan pendirian kita.
>> > >
>> > >Jadi jangan kecil hati bung bRidwan, mungkin anda
>> > >masih termasuk dalam orang yang cara berfikirnya
>> > >awam tadi, seperti saya juga, jadi belum termasuk
>> > >dalam dalam "intelectual minority", biasanya
>> > >kalanganini("intelectual minority")lah yang akan
>> > >membawa perubahan besar dalam sejarah suatu
>> > >bangsa, seperti yang telah dilakukan Voltaire,
>> > >Montesque, James Watt, Sumpah pemuda, dsb. Ide-
>> > >ide mereka baru bisa diterima setelah puluhan
>> > >tahun, bahkan ratusan tahun kemudian.
>> > >
>> > >Apa yang akan saya katakan, juga anda katakan
>> > >seandainya saya/anda beruntung bisa hidup sejaman
>> > >dengan Montesque, Voltaire, dst???
>>>>-- bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>>>
>> > >> AR memang Pahlawan, setidaknya sampai hari ini.
>> > >> (Tapi ini menurut pendukung dan simpatisan PAN
>> > >> lho !)
>> > >>
>> > >> Saya engga tahu apakah keyakinan saya mengenai
>> > >> tokoh ini benar adanya, tetapi saya pun heran
>> > >> mengapa sejak dulu saya tidak pernah mempercayai
>> > >> tokoh ini, apalagi sejak beliau bergabung dengan
>> > >> suatu organisasi cendekiawan Islam.
>> > >>
>> > >> Entah siapa yang bisa merubah sudut pandang saya
>> > >> yang sempit ini, mungkin keadaanlah yang akan
>> > >> merubah saya nanti.
>> > >>
>> > >> Salam,
>> > >> bRidWaN
>>>>At 09:30 AM 9/17/99 +0700,
>> > [EMAIL PROTECTED] wrote:
>> > >> Pada awal- awal..nya memang..... wooow..
>> > >> good..good...good.
>> > >> Belakangan ini...manuvernya mulai agak aneh-2,
>> > >> oh Pahlawan..........
>> > >> imam
>>>>>"Jopie" <[EMAIL PROTECTED]> on 09/17/99 07:50:51AM
>> > >>>
>> > >>> Hebat-hebat...
>> > >>> Rupanya sekarang Amien Rais juga bergelar
>> > >>> pahlawan...
>>>>>>-----Original Message-----
>>>>>>ronny said.:
>>>>>>=====================================>
>> > >> >>respon utk sdr immam :
>> > >> >MR. AR memang "bpk reformasi" kita semua tahu
>> > >> >dan mengerti bahwa mr. AR benar benar
>> > >> >BPK REFORMASI INDONESIA kami pendukung
>> > >> >serta aktifis partai
>> > >> >ReFORMASI PAN , disayangkan ada sebagian
>> > >> >masyarakat kita masih menilai bahwa
>> > >> >MR. AR naik daun krn dombleng dengan aktivis
>> > >> >Mahasiswa yang notabene
>> > >> >berhasil menggulingkan ORDE KORUP/ORDE BARU
>> > >> >SOEHARTO.Kami tetap acungi
>> > >> >jempol dan tetap respect ke MR.AR bahwa dialah
>> > >> >SATU SATUNYA ORANG iNDONESIA
>> > >> >dari sekian ratus juta warga IND. yang benar
>> > >> >benar berani menyuarakan
>> > >> >aspirasi wong cilik utk menghajar rezim kita
>> > >> >yang diktator 32 th lamanya.
>> > >> >dan sdh terbukti sekarang siapa orang yg
>> > >> >berbobot dan punya kapabilitas utk
>> > >> >dijadikan satu satunya orang pemimpin
>> > >> >RI.dibanding calon dari PARPOL lAIN
>> > >> >YANG RAGU KITA akan kredibilitasnya,"BERJUANGLAH
>> > >> >TERUS PAHLAWANKU KAMI TETAP
>> > >> >DUKUNG TINDAKANMU UTK MISI "AMAR MARUF NAHI
>> > >> >MUNKAR""
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!