Dikira tidak paham bahasa Inggris , Megawati malahan menulis kolom di
Newsweek 20 September. Sudah tentu dalam bahasa Inggris, masa bahasa Jawa!?.
Yang kurang suka pada Capres kuat itu pasti kecele atawa terkejut lagi.
Judulnyapun jujur, pas, cerdas, dan kerakyatan :  "Timpakan Semua Kesalahan
Pada Habibie".  Yakin, lah !  Matori dan 11 orang tukang beca penggenjot
setia Tour-de-Java itu akan koor bersama nurut dan setuju pada ajakan Mega.
Entahlah , orang mancanegara. Kita tidak boleh sakit hati kalau mereka pakai
mikir. Orang sana itu kalau memilih barang kritis sekali , sih. Maunya
kwalitas yang tinggi terus. Yang penting usaha Megawati ini sudah betul.
Cuma perlu diulang-ulang saja. Seperti iklan SanaFlu itu , lho !

Kepala kotor durjana mencoba menuduh yang bukan-bukan pada putri Bung Karno
itu.
Katanya itu cuma usaha menyembunyikan tanggung jawab tentara dibawah roknya
yang
rimbun . Jangan percaya itu semua . Itu cuma usaha ingin memisahkan usaha
koalisi tentara dan PDIP. Mereka iri melihat kejadian persembahan PDIP di
DPRD DKI. Siapa bilang tentara bertanggung jawab pada  berbagai kejadian di
TImor Timur berapa puluh tahun ini. Mereka itu kan pengayom rakyat. Jangan
percaya ada peluru tumpah didada rakyat Timor. Jangan percaya penindasan
tentara pada rakyat kecil. TNI adalah bagian dari rakyat kecil . Lha yang di
koran-koran, di tv-tv itu siapa ? Kesengsaraan , darah, mati, yang
menginjak-nginjak manusia disana itu siapa ? Sudah lah ! Nurut saja sama
mbak Mega :  Yang berbuat siapa lagi kalau bukan si kecil mungil setan yang
satu itu , Habibie !  Hidup Mbak Mega !.

Saya kutipkan lagi jeritan jujur tidak sabar Megawati pada Dunia :
" To many leaders of the world , Habibie appears to be a democrat... That is
a pity. ..The facts speaks for themselves : .. to date, he refuses to accept
the ( election) victory of the PDIP under my leadership. ..." .  Betul !
aneh sekali Habibie itu , sampai sekarang dia belum mengakui Mbak Mega
sebagai Presiden RI. Sama sekali tidak masuk akal ! Sudah menang 30 % kok
belum diangkat jadi presiden ! Keadilan apa ini !

Marilah kita ulang dengan lantang : Blame it on Habibie !  ( Sampai amblesss
, biar tambah pendek ).

Wassalam.
Abdullah Hasan.
( Kabar baik , Polri DKI sudah pindah agama : PDIP )





______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke