Dua berita tsb. saling mengisi :
Ibu menjadi ortu dan Ibu (wanita) menjadi pemimpin
jsujanto
----- Original Message -----
From: drajad <[EMAIL PROTECTED]>
To: kuli <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; indomailling
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: suara-kansai <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 21 September 1999 9:03 AM
Subject: [Kuli Tinta] mohon konfirmasi


> assalamu'alaikum,
> salam sejahtera
>
> saya merasa bingung dengan pers indonesia.
> tadi pagi saya buka habis suaramerdeka, yang dikenal
> sebagai koran yang sangat berpihak kepada PDI-P
> oleh sementara pihak.
> di situ ada artikel tentang megawati dengan sub-judul:
> "Megawati: Saya Berusaha Dialog dengan Allah" dan
> dengan summary:
> JAKARTA - ''Kalau wanita tidak boleh menjadi pemimpin,
> mengapa dia diberi Allah kodrat yang sa-ngat mulia, yaitu
> menjadi ibu? Untuk melahirkan anak-anak yang bisa meneruskan
> perjuangan menegakkan kebatilan. Ingat, surga di bawah
> telapak kaki ibu.''
>
> sementara itu dari is-lam@ seorang netter mengirimkan
> cuplikan berita dari republika:
>
> Assalamu alaikum wr.wb
>
> Tulisan berikut saya copy dari web republika....
> ''Kalau memang Allah tidak menghendaki wanita jadi presiden,
> ya jangan bikin
> perempuan,'' kata Megawati yang disambut sorak-sorai
> pendukungnya yang
> jumlahnya sekitar seribuan orang.
> Wassalamu alaikum wr.wb
>
> dengan demikian mana yang benar. atau pantas disebut sebagai
> pers yang bertanggung jawab dan bijaksana dalam menurunkan
> berita?
>
> saya ingin komentar netter sekalian, khususnya dari
> kuli-tinta
> bagaimana?
>
> wassalamu'alaikum,
> salam sejahtera
>
> drajad
> -----
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke