He.. he.... nggak setuju deh mbah.....!

Memiliki ketiganya namun alau tidak bisa menggunakan dengan benar
maka jadilah malapetaka seperti saat ini.

----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 29 September 1999 11:24
Subject: Re: [Kuli Tinta] Membaca detik


bonggan kang tan merlokena
mungguh ugering ngaurip
uripe lan tri prakara
wirya, arta tri winasis
kalamun kongsi sepi
saka wilangan tetelu
telas tilasing janma
aji godhong jati aking
temah papa papariman ngulandara

terjemahan:
(terserah bagi yang tidak perlu,
yang disebut patokan atau pegangan orang hidup itu
hiduplah dengan 3 perkara
kehormatan, kekayaan dan ketiga kepandaian
kalau sampai satupun tidak punya
maka hilang sudah hakekat sebagai manusia
lebih berharga daun jati-kering (misalnya buat bungkus
tempe)
akibatnya akan sengsara nistha dan mengembara (tak tentu
arah hidupnya)....)

syair tinggalan abad 19 itu berhubungan enggak ya sama
mail-nya mas paijo?

salam,

mbah soeloyo...
(wong gendheng tapi keturutan.....)


----- Original Message -----
From: Sambodo, Prijo (KPC) <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, September 29, 1999 11:59 AM
Subject: [Kuli Tinta] Membaca detik


> Saya jadi ingat dengan tulisan di Prasasti Bnakbengkong
yang mengisahkan
> tentang metamorfosa berpikir bangsa ini. Di prasasti yang
ditulis oleh Ken
> Arock menceritakan tentang kedatangan tuhan ke bumi bangsa
ini hendak
> memberi tiga (3) berkah yaitu : Kepandaian, Kejujuran dan
Sikap setia pada
> penguasa. Tetapi ketika saat tuhan bertemu dengan Mpu
Baramuli, Ken Billy
> dan sekumpulan siswa, tuhan tertegun melihat ukuran otak
serta pantat mereka
> yang tidak seragam itu. Akhirnya tuhan menyuruh mereka
memilih dua dari tiga
> berkat yang ada. tuhan akhirnya bersabda bahwa berkat ini
akan diturunkan
> kepada anak cucu.
>
> Saat itu mpu Baramuli (saingan dari mpu Gandring dan
leluhur Aa Baramuli,
> terkenal sebagai pembuat KERIS Panca Onar, yaitu keris
yang supersakti bisa
> bikin onar seluruh dunia), dengan sigap menyaut berkat
kepandaian dan berkat
> setia kepada penguasa, dan Ken Billy mengambil berkat
kejujuran dan berkat
> setia kepada penguasa. Para siswa inipun dengan antusias
"nampani" berkat
> kepandaian dan berkat kejujuran. Akhirul kalam, sifat
inilah yang seterusnya
> diteruskan kepada para anak-cucunya.
>
> Jadi saat ini di bumi bangsa ini ada tiga macam type
orang, yaitu type
> pertama jika orang itu pandai dan setia pada penguasa
pasti dia tidak jujur,
> kedua kalau dia jujur dan setia pada penguasa pasti dia
tidak pandai. Begitu
> pula kalau dia itu pandai dan jujur pastilah dia  tidak
akan setia pada
> penguasa. Ketiga type inilah yang selalu mewarnai
kehidupan bangsa ini.
> Begitu cerita di prasasti yang belum ditemukan ini
(kemungkinan
> disembunyikan ken Arock sendiri karena malu).
>
> Hidup Habibie, Hidup Baramuli...!    kami pengagum
beratmu...!  MADUBABI...
> MAti hiDUp demi BAramuli dan haBIbie.
>
> (ngomong-ngomong ada yang tau dimana Baramuli operasi
plastik ........?
> saya juga ingin meniru jejaknya mengganti kulit muka
dengan kulit komodo
> atawa kadal gitu biar sekti mandrarupa(-nya) ... eh
mandraguna).
>
> Paijo yang sangat kagum dengan kehebatan dan kelihaian
Baramuli (yo kagum
> je, wong ono turunan bedhes e...!)
>
> > -----Original Message-----
> > From: Yap C. Young [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Subject: [Kuli Tinta] Membaca detik
> >
> > Billy Tetap Tolak Komentari IMF
> > Ketua BPK, Billy Joedono, tetap menolak berkomentar soal
penyesalan IMF
> > dan
> > Bank Dunia pada BPK. "Saya tidak bisa berkomentar
sebelum membaca langsung
> >
> > surat IMF pada Ginanjar," tolak Billy.
> >
> > + Iya, siapa tahu Kompas nggak ngerti bahasa Inggris.
Mungkin menurut
> > penterjemah BPK, IMF sangat puas atas dipeti eskannya
long form PwC kok.
> > Esa
> > hilang dua terbilang. Hilang Baramuli, masih ada Billy,
Rusmanhadi dan
> > Ismujoko.  Paling yang rada aneh tinggal Muladi, Yosfiah
sama Syarwan. .
> > Lagian yang siap jaga gawang SU MPR kan sudah pada
berangkat jadi UD/UG .
> > Aman dah, teruskan cover up dan buying time...
> *************** delete*************************
>
>
____________________________________________________________
__________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


_________________________________________________________________
_____
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke