Lucu,
Dulu bilangnya, "Saya hanya mau jadi orang nomor satu, tidak untuk posisi
nomor dua"... Oh ya, itukan dulu ya? Lain dulu, lain sekarang..
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
Kamis, 30 September 1999
Amien Rais bersedia jika diminta jadi wapres
Laporan Asih Nurhayati
JAKARTA, Mandiri
Ketua Umum PAN Amien Rais menyatakan, kendati dirinya tidak mencalonkan
diri, namun tidak akan menolak bila diminta untuk mengisi kandidat calon
wapres, bila pencalonan Gus Dur sebagai presiden disepakati sepenuhnya poros
tengah.
"Saya sendiri mempuyai jawaban klise. Sebagai yang percaya kepada demokrasi,
saya serahkan kepada mekanisme MPR," katanya kepada pers di DPR, Kamis
siang, ketika ditanya kesediaan dirinya bila dicalonkan sebagai wakil
presiden mendampingi Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman �Gus Dur� Wahid sebagai
calon presiden poros tengah.
Diakuinya, dalam poros tengah sendiri ada suara-suara yang menghendaki
dirinya dicalonkan sebagai wapres. Kendati demikian, juga ada sementara
pihak yang minta untuk lebih baik di �DPR� atau malah di luar eksekutif
maupun legislatif.
Lebih jauh mengenai cawapres poros tengah, Amien mengatakan poros tengah
masih belum menetapkan calonnya. Karena, pencalonan Gus Dur sendiri masih
harus dicapai kesepakatan. Dalam poros tengah bergabung parpol-parpol; PAN,
PBB, PPP, Partai Keadilan dan PKB.
Kendati demikian, Amien menegaskan bahwa kemungkinan kecil terjadi
perpecahan dalam poros tengah. "Dari hari ke hari kami justru semakin solid,
termasuk dalam mancalonkan Gus Dur," ujarnya.
Dikatakannya, poros tengah akan berusaha secara maksimal untuk mengambil
capres dan cawapres dari kalangan sipil. Walaupun diingatkannya, yang
namanya politik kadang-kadang tidak bisa diduga dan licin.
"Tetapi, prinsipnya, sebagai Ketua Umum PAN dan penggagas poros tengah, saya
berpendapat kalau bisa sipil, sebaiknya dari sipil," demikian Amien Rais
yang juga gurubesar Fisipol UGM tersebut. (105)
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!