assalamu'alikum,
salam sejahtera.

netters sekalian,
saya ada pertanyaan, mudah-mudahan ada yang bisa menjawab
karena saya yakin benyak yang lebih senior dari saya dalam
pemahaman sejarah perjuangan bangsa, khususnya perang
kemerdekaan.
siapakah kahar muzakar ini, mengapa dia sampai dianggap
memberontak dan lari ke hutan?
sebelum saya membalas e-mail dari milist yang saya langgani
berikut ini. (karena beberapa kerabat dekat saya adalah
teman main dan bahkan cewek yang dulu ditaksir oleh pahlawan
suhodo.. eh... syuhada ini)

terimakasih banyak buat yang sudi menambah bahan kepada
saya...

wassalam,

drajad
------
(pusing dan tambah pusing akhir-akhir ini)
-----------------------------------
----- Original Message -----
From: Ifa Indra <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, October 02, 1999 3:24 PM
Subject: [siyasah] Kahar Mudzakkar, Syuhada dari Palopo


> Suara Hidayatullah : September 1999 / Jumadil Awal-Jum.
Akhir 1420
>
> Kahar Mudzakkar
> Syuhada Dari Palopo
>
> Siapa yang tak kenal dengan Kahar Mudzakkar, tokoh
revolusioner dari bumi
> Sulawesi Selatan. Kahar naik pamor sekitar tahun l950-an,
ketika ia
> memproklamirkan bergabung dengan perjuangan menegakkan
Negara Islam (NII)
> yang dipimpin Imam Syahid Sekarmadji Maridjan
Kartosoewirjo.
> Kahar Mudzakkar adalah tokoh ketiga setelah Amir Fatah di
Jawa Tengah dan
> Tengku Daud Beureueh di Aceh yang telah membumikan ajaran
syariat Islam
> secara menyeluruh. Sayang, itu tidak dipahami oleh
penguasa RI sebagai
> solusi dalam menjawab permasalahan sosial yang paling
tepat.
> Semenjak itu, dimulailah perlawanan terhadap negara
jahiliyah Republik
> Indonesia, yang terjadi tidak lama sesudah pengakuan resmi
kemerdekaan
> Indonesia. Walaupun faktor awal penyebab terjadinya jihad
suci menegakkan
> NII ini adalah adanya sikap keresahan bekas para pejuang
gerilya yang
> kecewa tentang demobilisasi tentara yang
sepotong-sepotong, pembelotan ini
> kemudian diwujudkan oleh pasukan gerilya itu denga
mengalihkan orientasi
> perjuangan menjadi jihad fi sabilillah.
> Dengan bergabungnya Kahar Mudzakkar dan orang-orang yang
bersama dengannya
> ke dalam perjuangan menegakkan Negara Islam Indonesia,
semakin jelas
> menunjukkan kepada masyarakat bahwa dengan sistem Islam
yang syamil, bangsa
> Indonesia akan terintegrasi &emdash;bukan dengan Pancasila
yang justru
> menjadi sumber disintegrasi. Hal ini sekaligus
mengisyaratkan keinginan
> Allah bahwa bumi Indonesia selayaknya dipersembahkan
kepada umat Islam
> untuk dibangun menuju kemaslahatan bangsa dunia dan
akhirat. Kenapa? Karena
> kita ketahui bersama bahwa yang paling banyak menumpahkan
darah demi
> membebaskan negeri ini dari cengkeraman bangsa asing
adalah mereka-mereka
> yang Muslim.
> Siapa Kahar Mudzakkar?
> Abdul Kahar Mudzakkar lahir 24 Maret 1921 di Desa Lanipa
dekat Palopo,
> Distrik Ponrang, Kabupaten Luwu, di pantai barat laut
teluk Bone. Pada masa
> kanak-kanak, beliau lebih dikenal oleh keluarga dan
masyarakat di desanya
> dengan nama La Domeng. Satu hal yang menjadi wataknya
semenjak kecil adalah
> keberaniannya.
> Orang tuanya yang bernama Malinrang adalah seorang petani
yang cukup mampu
> dan tergolong kalangan aristokrat rendah yang taat
beragama. Dengan
> kedudukan dan pemahaman keagamaan dari orang tuanya
&emdash;ketika usia
> Kahar Mudzakkar sudah mencapai tujuh belas tahun&emdash;
beliau dikirim ke
> Surakarta untuk belajar di sebuah sekolah Perguruan Islam
Moderen
> (Kweekschool Muhammadiyah), dari tahun 1938 sampai tahun
1941.
> Beliau aktif menjadi salah seorang pemimpin lokal Pemuda
Muhammadiyah di
> Hizbul Wathon &emdash;gerakan kepanduan
Muhammadiyah&emdash; karena
> semangat keislamannya. Begitu pun ketika beliau berada di
daerahnya, karena
> pengaruh faham modernisme Islam yang dibawanya, beliau
bentrok dengan
> kepala adat setempat tentang sistem feodalisme yang telah
lama berjalan di
> daerahnya. Akibatnya, timbullah kemarahan pada sebagian
kepala adat. Dan
> dari kemarahan itu pada akhirnya risiko yang diambil Kahar
yakni dibuang
> dari pulau itu. Namun risiko ini diterima sebagai sebuah
ujian hidup dalam
> mencapai cita-cita yang lebih tinggi.
> Pada saat Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan oleh
Soekarno, dengan
> semangat kebangsaan yang sudah tertanam dalam jiwanya,
beliau menjadi salah
> sorang barisan pengawal Soekarno. Saat Soekarno
menyampaikan salah satu
> pidato pada rapat umum di lapangan Merdeka Jakarta pada 19
September 1945,
> dengan bermodalkan sebilah golok, beliau menjadi tameng
bayonet serdadu
> Jepang yang berusaha membubarkan pertemuan tersebut.
> Begitulah Kahar Mudzakkar dengan darah Makasarnya telah
muncul ke pentas
> nasional sebagai seorang tokoh yang berwatak pemberani
dengan daya tarik
> pribadi besar. Pada dirinya terdapat "keberanian yang luar
biasa dalam
> pertempuran, ketangkasan yang tiada taranya dalam
menggunakan senjata atau
> dalam olahraga, kecerdasan yang tajam, disertai prakarsa
cemerlang yang
> nyerempet-nyerempet bahaya". Sedangkan "kemampuannya untuk
menggerakkan
> massa dengan pidato-pidatonya, bolehlah dibandingkan
dengan kemampuan
> Soekarno sekalipun...". Bibit-bibit "ekstrimisme" inilah
yang kemudian
> mengantarkan beliau menjadi tokoh kunci yang
mengharubirukan bumi Sulawesi
> Selatan dengan perjuangan NII-nya.
> Di masa-masa awal kemerdekaan juga banyak sekali aktivitas
perjuangannya.
> Di antaranya adalah menjadi salah seorang pendiri
organisasi pemuda Gerakan
> Pemuda Indonesia Sulawesi (Gepis), Angkatan Pemuda
Indonesia Sulawesi
> (APIS), kemudian Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi
(KRIS). Selanjutnya,
> membentuk Batalyon Kesatuan Indonesia (BKI), aktif pula
dalam mengatur
> penyusupan para pejuang ke Sulawesi &emdash;yang ketika
itu Belanda telah
> menegakkan kembali kekuasaannya di Sulawesi. Bersamaan
waktunya dengan itu,
> Kahar membentuk pasukan penggempur sendiri, Barisan Berani
Mati (BBM).
> Namun sayang, jasa-jasa beliau yang begitu besar dalam
membela bangsanya
> sendiri tidak pernah dihargai ketika sebagian besar
pasukannya tidak diakui
> dalam sistem keanggotaan tentara RI. Maka mulaiah beliau
masuk ke hutan
> rimba, bergerilya memimpin pasukan untuk mendobrak
keangkuhan kekuasaan
> Soekarno.
> Ketika pemerintah menganjurkan penyelesaian "politik
psikologis", Kahar
> Mudzakkar justru memperkuat posisinya. Dalam masa inilah
dilakukan
> pembaharuan hubungan antara beliau dan Imam Syahid SM
Kartosoewirjo yang
> ketika itu sudah duluan memimpin Revolusi Islam Indonesia
di Jawa Barat.
> Hubungan ini kemudian berlanjut ketika pada 7 Agustus 1953
Kahar
> memproklamirkan bahwa daerah Sulawesi dan daerah-daerah
sekitarnya (yaitu
> Indonesia Timur lainnya, termasuk Irian Barat) dinyatakan
sebagai bagian
> dari Negara Islam Indonesia pimpinan Imam Kartosoewirjo,
sekaligus
> menamakan pasukannya Tentara Islam Indonesia.
> Segera disusunlah sebuah konstitusi Negara Republik Islam
Indonesia
> (Sulawesi dan sekitarnya) yang dikenal sebagai Piagam
Makalua. Saat itu
> pula didirikan sebuah organisasi pemuda bernama Pemuda
Islam Jihad. Di
> samping itu, istrinya, Corry, juga membentuk Korps Wanita
Pejuang atau
> Lasykar Wanita guna mendukung proklamasi itu. Selanjutnya
Kahar
> menginstruksikan masyarakat untuk melanjutkan apa yang
disebut "Revolusi
> Islam".
> Dalam pemikiran tentang Revolusi Islam itu, Kahar
Mudzakkar berusaha
> melenyapkan praktik-praktik tradisional di Sulawesi
Selatan. Contohnya
> adalah menghapuskan penggunaan gelar kehormatan, baik
sengaja atau tidak
> sengaja, mengajarkan penegakan persamaan, melindungi
kehormatan rakyat, dan
> yang paling penting adalah mewujudkan baldatun thayyibatun
ghafur sesuai
> dengan panji-panji Islam. Itulah pengabdian terbesar yang
beliau
> cita-citakan dalam hati sanubari, yakni menegakkan
kalimatullah di bumi
> Indonesia.
> Sekali lagi sayang, niat yang tulus dan ikhlas itu
dikhianati jiwa-jiwa
> munafik yang bersumber dari dalam dan dari luar. Dari
dalam, muncul
> orang-orang munafik yang mengadakan "pemberontakan dalam
pemberontakan"
> sehingga mempengaruhi banyak mujahidin dalam menjalankan
Revolusi Islam.
> Dari luar, semakin gencarnya tentara RI dalam operasi
militer, seperti
> Operasi Tumpas dan Operasi Kilat yang dijalankan panglima
militer M Yusuf
> dengan Solihin sebagai kepala stafnya &emdash;yang telah
banyak pengalaman
> dalam aksi-aksi membasmi berbagai perjuangan politik Islam
dan berbagai
> harakah politik Islam di Indonesia.
> Pada 1 Februari 1965, akhirnya tentara RI menemukan tempat
persembunyian
> Kahar di sungai Lasolo, yang sejak tanggal 3 Agustus tahun
sebelumnya sudah
> mulai mereka serang terus-menerus. Gubug yang diduga
tempat Kahar
> berlindung habis berlubang-lubang dihujani peluru,
sehingga terpaksa beliau
> keluar kemudian langsung diberondong peluru, dan syahid.
Disusul kemudian
> pada bulan Juli, syahidah Gerungan &emdash;Menteri
Pertahanan NII&emdash;
> yang sebelum syahidnya sempat diadili terlebih dahulu.
> Dengan syahidnya Kahar Mudzakkar, para mujahidin NII
Sulawesi Selatan
> benar-benar merasa kehilangan pemimpin yang sangat mereka
hormati dan
> cintai. Untuk tetap melanjutkan perjuangan, maka diubah
dan disusunlah
> kembali format strategi perjuangan yakni dari gerilya
hutan ke gerilya kota.
> Mereka menanti hingga kini seorang pemimpin yang siap
menjadi Kahar
> Mudzakkar baru untuk menuntaskan Revolusi Islam
&emdash;bukan saja di bumi
> Palopo, namun untuk seluruh Indonesia&emdash; yang sempat
terhenti sejak
> Imam Syahid SM Kartosoewirjo memproklamirkan NII. Selamat
berjuang kawan,
> Allah beserta kita di manapun kita berada.
> (Al Chaidar)
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke