At 02:16 PM 10/4/99 +0700, Andriecht wrote:
>
>
> -----Original Message-----
>From:  bRidWaN [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent:  Monday, October 04, 1999 8:43 AM
>To:    [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>Cc:    [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
>[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>Subject:       [Kuli Tinta] Re: [saham] Re: Amin Rais Tampil, Rupiah Makin Menguat
>(was: SU Lancar, Dolar...)
>
>
>
>Itulah harapan semua Pihak, agar AR kembali kepada jalan yang
>baik, dan tidak neka-neko seperti beberapa saat terakhir ini.
>Toh beliau akhirnya sudah menjadi "Orang Nomor SATU".
>
>Kebaikan Orang/Golongan jangan dijadikan ajang balas budi,
>biar Tuhan saja yang nanti membalas budi baik Golkar.
>
>Semoga Amien bisa kembali menjadi seorang Reformist...:)
>
>Percayalah Pak Amien, bahwa semua indikator akan begerak cepat
>dengan terpilihnya Capres pilihan Rakyat yang didukung dan
>kredibel dimata dunia Internasional.
>
>
>
>Yaitu, Ibu megawati,.hanya megawati yang credible, dimata dunia
>international dan pasar uang maupun saham, begitu megawati terpilih rupiah
>langsung melejit mempurukkan dolar, investasi akan bergairah, dan Indonesia
>akan didukung penuh oleh negara Amerika "dajjal" serikat.
>
>Dalam rangka, menuju Indonesia baru seperti yang diimpikan dan diharapkan
>oleh seluruh dunia,.(rakyat Indonesia mah hanya pasraah deh, terserah
>kemauan kaum kapitalis, demokratis, ham dsb, dsb)
 
---

Wah, tidak harus Mega yang menjadi Presiden. 
Cukup Pak Amien jadi ketua MPR, tapi mengadakan perubahan,
dan menggusur kekuatan status-quo.
Hanya itu ! Cukup deh kayanya. 

Kalau memang akhirnya Mega tidak menjadi Presiden, itu kan 
sudah fakta, dan tidak usah diganggu gugat lagi.

Soal dukungan dunia luar, kita memang butuh 'SEKALI' uang
dari mereka. Pasalnya, siapa yang membuat keadaan jadi
begini ? Siapa yang membuat Hutang jadi membengkak ?
Bagaimana mau membayar bunga dan hutang Pokoknya ?
Bagaimanamau membangun ?

Kalau boleh memilih, saya iri dengan Malaysia yang mencoba 
me-minimize bantuan luar negeri, dan percaya kepada 
kemampuan sendiri.



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke