Pak Hendro Yth., Terus terang saya banyak belajar di mailling list ini. Dan saya memang tengah belajar berbeda pendapat. Jadi saya bukan Coach dong namanya, malah mungkin lebih tepat sebagai 'calon atlit'. (yessss, i'm smiling....:).... At 09:52 AM 10/6/97 +0700, Hendro C wrote: >Wah bung Ridwan dalam mailing list ini kayak seorang Coach dalam suatu >club olah raga semua subject di babat habis bahkan per person dikasih >bagian he..he.. (keep smile lha..) >Naggapi bung ridwan....trus kebawah:.... > >bRidWaN wrote: > >> Iya Pak Hendro, marilah kita doakan agar Pak Amien akan >> 'stick' pada gerakan Reformasi, bukan pada gerakan >> 'menjungkalkan' Pak Harto... > >> Bagaimana nih..bung Ridwan disisi lain bung Ridwan sering berprasangka >> buruk terhadap AR disisi lain mendoakan pak Amien ya.nanti doanya nggak >> keterima lho... hahaha........kalau niatnya baik, insyaallah diterima dong... Dan lagi toh Pak Amien de-facto dan de-jure adalah pilihan kita semua dalam Sidang Umum MPR hasil Pemilu 1999. >> Soal kalah-menang, saya rasa itu biasa yah... >> Dan kita pada akhirnya harus mendukung siapa yang terpilih, >> apalagi dalam kaitannya dengan Presiden terpilih nanti. >> >> Tapi kalau masih Pak Habibie, bagaimana ? >Lho katanya kalah menang itu biasa... >Tapi menurut saya siapapun yang jadi presiden terpilih dalam sidang MPR >nanti, mesti tidak akan se enak maunya seperti jaman Soeharto lihat saja >senjata sudah dipegang tokoh reformis, tangan kosong saja berani tantang >orang berkuasa apalagi sekarang senjata ditangan, logis nya kan gitu, >masalah difinisi reformis sepertinya masih banyak yang salah tafsirkan, >coba simak postingnya Pak Wisnu di Milst ini, nah nanti bung Ridwan >mungkin nemukan banyak difinisi Reformis, jadi bukan dinilai karena orang >ini pernah bertemen atau bekas anak buah orang itu maka stempel saja >status quo. Makanya saya nanya dengan question mark ?? Gimana dong nasib kita ? Apalagi tokoh yang ini kurang acceptable didunia internasional. eitts..., jangan marah dulu...:) Memang saya tidak suka kalau kita sampai harus mendengarkan isi hati orang asing, tapi pada saat ini kita sedang membutuhkan Dana mereka. Kenapa kita butuh ? Soalnya dana2 yang dulu pada lenyap tanpa bekas. Oleh siapa ? Nah, ini yang musti dijawab. Pastilah oleh orang2 Orde Baru, kan ? Mengenai cap status-quo, memang anda betul tidak semua bisa diberi stempel sq. Tapi ada juga loh yang berhak menyandangnya tanpa diberi stempel, terutama yang 'berkelakuan' menyengsarakan rakyat. Apalagi pada masa itu tokoh2 ini sangat mati2an membela Pak Harto, bahkan menjunjung-nya sampai habis2-an. Padahal kita saja tahu, bahwa Pak Harto telah melakukan hal yang kurang benar sejak awal tahun 1970-an, kan ? Ini saja pemikiran dangkal saya. Tapi kalau Habibie juga yang tepilih, saya harus bagaimana lagi ? Take it or leave it ? Kayanya saya hanya bisa 'nrimo' saja....:) >Salam, >Hendro C > >> >> Salam, >> bRidWaN >> >> At 12:48 PM 10/4/97 +0700, Hendro C wrote: >> >Sudahlah semua hampir semua kalangan menyambut positip atas hasil yang Salam, bRidWaN ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
