haha.... cak gigih... memang gigih mengikuti
semua gejala dan fenomena dagelan.
sudah dibilang sekaranglah babak goro-goro itu.
suatu babak dimana kawula hanya menjadi
mainan.
perasaan hatinurani kaum awam, siapa peduli?
tanda-tanda wakil rakyat pengabdi darah asura
mulai nampak jelas....
so.. silakan simak... siapa yang akan muncul
menyapu semuanya?
tokoh yang membawa kesadaran.
istilah bahasa kampungku DUNUNG-DUNUNG-na..
membawa kesadaran kedudukan masing-masing
sebenarnya MEREKA ITU SIAPA..
mereka duduk di dewan dan dan di majelis itu
hakekatnya bekerja untuk siapa?
(jangan-jangan seperti kata-kata mbah lim di
suara merdeka tadi pagi... bahwa ada
yang bekerja hanya mementingkan CARI MAKAN)
mbah soeloyo..
(yang kehilangan wakilnya..)
------------------------
----- Original Message -----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, October 06, 1999 7:11 PM
Subject: [arek-suroboyo] Voting
> Voting
>
> Dua kali voting sudah, untuk pimpinan MPR dan DPR.
> Dua-duanya tidak menimbulkan greget yang benar-benar
> jadi jiwa sebuah voting, pemungutan suara.
>
> Sebuah pemungutan suara mestinya memberikan suasana
> menang kalah, baik yang memberikan suaranya, atau yang
> dijagokannya, secara mutlak. Dengan begitu mereka akan
> benar-benar menghargai asste-nya yang sangat besar,
> yaitu suara untuk jagonya.
>
> Mengapa saya menilai tanpa greget ? Bukankah kita
> cukup kebat-kebit melihatnya ketika teve
> menayangkannya?
>
> Hanya satu-dua pihak saja yang kebat-kebit. Di MPR
> antara Amien Rais dan Matori, serta kubu yang
> menjagokannya. Tetapi calon pimpinan lain ? Mereka,
> bahkan nol pun, pasti jadi pimpinan, setidaknya wakil
> ketua. Fraksi yang menjagokannya sekalipun, juga
> santai. Tahu sudah, kalau jagonya tak mungkin jadi
> ketua umum, tapi PASTI bisa jadi wakil ketua. Dengan
> begitu, suara mereka bisa disetorkan ke calon lain,
> untuk tidak menyebut 'menjual'-nya. Dari delapan calon
> sudah pasti yang satu jadi ketua, dan 7 sisanya jadi
> wakil.
>
> Demikian juga ketika memilih pimpinan DPR. Betapa
> Akbar bisa merebut 400 lebih suara, yang berarti
> nyaris 95% lebih. Calon lain kebagian sangat kecil,
> padahal para calon itu dijagokan oleh fraksi-fraksi
> yang jumlah suaranya lumayan banyak. Sudah pasti pula,
> dari lima calon tersebut pasti satu jadi ketua dan
> empat lain jadi wakil.
>
> Akan jadi lain halnya kalau seandainya kursi pimpinan
> itu jumlahnya lebih sedikit dibanding calonnya.
> Katakanlah ada calon 10 (sesuai jumlah fraksi kalau di
> DPR), tetapi kursi yang direbut cuma tiga, satu ketua
> dan dua wakil. Saya yakin masing-masing fraksi tak
> akan sempat memperhatikan calon dari fraksi lain,
> kecuali untuk urusan internal fraksi mereka sendiri,
> agar bisa 'nyangkut' di salah satu kursi pimpinan
> tadi, entah wakil atau kalau bisa, ya, ketua. Mungkin
> untuk fraksi-fraksi yang yakin tak mampu merebut
> kursi, mereka mungkin rela mengorbankan calonnya untuk
> dipermalukan dengan nol suara.
>
> Dengan cara kemarin, misalnya, fraksi tertentu yang
> sudah punya calon pimpinan tak mesti memikirkan calon
> fraksinya. Lebih-lebih kalau sudah ada acara bagi-bagi
> kursi, saling-dukung-gantian, dan lains ebagainya itu.
> Lha ngapain ?
>
>
> =====
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
> ----------------------------------------------------------
--------------
>
> eGroups.com home:
http://www.egroups.com/group/arek-suroboyo
> http://www.egroups.com - Simplifying group communications
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!