MOhon ma'af ,Saya kirim ulang + CC: melalui Jalur pribadi Bung Ridwan sebab takutnya nggak nyampek di kuli-tinta . Ada indikasi, tak semua mail saya nyampai dan rekan2 lain juga khan.....? Sayang kan.. sudah capek2 nulis nggak nongol
Eh ketemu lagi nih..bung Ridwan, kita terusin saja yah... omong2nya. Apa yang jadi pikiran dan harapan bung Ridwan sama juga yang pada sebagian banyak dipikiran dan harapan kita rakyat Indonesia, untuk itu jangan lah sampai menggantungkan pada satu figur dan sosok yang nantinya hanya akan menibulkan kultus individu atau sebaliknya, yang perlu dibangun adalah sistemnya. Habibie, Mega atau siapapun yang akan memimpin nantinya kita harapkan bakalan main pada format yang akan di gariskan oleh MPR, dan rencananya MPR baru kita akan mengadakan sidang tiap1tahun sekali, tidak seperti orba yang hanya 5 tahun sekali. Tentang Habibie kog masih bisa maju untuk capres ini juga akibat hasil pemilu yang menempatkan Golkar pada urutan kedua, mungkin kita2 ini yang dibilang sudah termasuk masyarakat informasi sudah neqk dengan kelakuan pejabat orba, DPR mandul yang didominasi Golkar mengharapkan kelompok reformis yang menggantikan roda pemerintahan, tapi kenyataan akar2 vampire ini masih kuat, rakyat juga masih banyak tertipu oleh simbol2, kultus individu tidak melihat dalam kelompok tersebut banyak dihinggapi otak2 vampire yang mulai kepanasan oleh desakan reformasi. Nasi telah menjadi bubur menghadapkan pilihan Capres yang ada sekarang ini, dan kita siap2 menerima kalau itu memang dilakukan secara demokratis, jadi nggak ada Ancam mengancam tuduh menuduh adanya money politik terbukti sekarang dengan adanya kelopok PT didukung oleh partai Golkar untuk MPR dan kabar terakhir partai PDI_P mendukung partai Golkar untuk DPR jadi apa artinya ini ? cukuplah fenomena ini merontokkan paradigma usang. Masalah negara asing, percayalah kalau kita mempunyai keunggulan kompetitif dan tidak lagi komperatif orang asing akan mendekat sendiri, bassicly mereka juga butuh. bukankah kalau nggak salah bung ridwan yang pernah nulis ngiri dengan negara Maylasia, apakah pemimpin mereka kelihatan disukai negara barat? janganlah berharap mendapatkan kerjasama yang manis kalau sifatnya hanya menghamba dengan negara Asing. eh sorry kepanjangan...tak apakan. SAlam, Hendro C bRidWaN wrote: > --digosok---
______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
