From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
Penjelasan Bung Latief CEO Indoglobal ini mudah-mudahan bisa
menjadi sarana untuk berefleksi diri bagi mereka yang sangat
manusiawi sudah terlanjur marah atau jengkel.....(del) ..Bung Martin, beban
itu harus Bung tanggung karena pilihan itu, seperti Panutanmu pernah
mengalamiNya.
========================================================================

Kawan2 Milis Kulitinta,
Alhamdulillah , kalau betul yang diterangkan oleh Indoglobal. Memang hampir2
tidak bisa dipercaya kalau ada diantara kita saat ini masih gemar budaya
sensor dan main cekal. Apalagi cuma karena kurang kuat kupingnya mendengar
pendapat kawan lain.

Yang saya sesalkan, pertanyaan kita tidak dijawab dengan seketika . Baik
pertanyaan langsung ke moderator ataupun lewat posting yang kita sampaikan.
Lain halnya bila dengan jelas diterangkan bahwa milis ini tidak ada
moderatornya. Kulitinta ada moderatornya. Jadi segala kejadian masih tanda
tanya . Yang inikarena mesin atau kebijaksanaan moderator. Moderator
berhutang pada publik milis , penjelasan terang segera.

Buat kasus posting saya , sampai hari beberapa posting saya belum bisa
muncul. Dan tidak ada penjelasan, padahal hampir semuanya saya cc. kan ke
moderator pula. Umpamanya posting : PICEK .  Dari semula saya enggan menuduh
yang bukan-bukan. Fasilitas cc. pun baru saya gunakan setelah dua kali
fasilitas bcc. yang lebih lunak. Sikap moderator yang (maaf) mengacuhkan
pertanyaan beberapa kali dari manusia lain seperti saya, mengundang
pertanyaaan dihati yang sudah pula saya keluarkan : apakah saya sudah tidak
disukai ?  Kalau betul, buat apa ngotot kaya Habibie ! ?.

Mengutip "pembelaan" teman kita bung Aswat, sebetulnya persoalannya belum
perlu sampai ke " Panutan" ( maaf) . Masih amat duniawi , jadi marilah kita
sikapi dengan duniawi pula. Persoalan ini hanyalah kelemahan Manajemen & PR
belaka. Kurang bisa ngomong jelas dan lugas dan terang . Manajer tidak
ngerti apa yang harus dilakukan. Yang salah bukan yang marah dan yang
jengkel . Yang salah adalah Moderator. Kenapa cuma diam meniru Megawati ?

Maaf , terpaksa ngomong lugas.

Wassalam.
Abdullah Hasan.





______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke