At 07:44 07/10/99 +0700, ��c= <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>From: <[EMAIL PROTECTED]>
>
>## Emangnya kalo mega jadi presiden terus kenapa? Nasib sampeyan
>sebagai para
>pendukungnya akan jadi tambah baik apa. Mas dan mbak para
>pendukung mega, tak
>ingatkan yaa.... sampeyan2 itu mbok ya jangan terlalu goblok2
>gitu lho...
>sampeyan nggak bakalan dapat apa2 kalo mega jadi presiden.
>Ngapain sampeyan
>repot2 kayak gitu, panas lagi.... dasar tolol.
>=====================================
>
>
>Dengan menggunakan logika ini maka mhs yang menduduki gedung MPR ......
>..........
>Saya teringat akan cerita di jaman penjajahan Belanda dan dimana
>saja ketika cecunguk mencoba untuk memprovokasi para pejuang
>dengan mengatakan bahwa mana mungkin kita melawan mereka yang
>bersenjata lebih lengkap, mengapa kita tidak bergabung saja untuk
>hidup enak.
>
>Diakhir tulisan ini saya tersenyum karena memperoleh pencerahan
>mengenai apa arti ketololan itu.
>
>��
>
Satu lagi yg saya tambahkan, berdasar logika Bung Sonia ini, berarti Bung
Sonia yg pendukung berat PAN ini pasti punya pamrih dlm mendukung PAN atau
AR. Pasti dia menerima imbalan tertentu. Kalau tidak dpt imbalan itu, untuk
apa dia mendukung PAN/AR? Kalau seseorang mendukung/berjuang dng dasar
imbalan/pamrih. Layakkah mereka disebut orang2 reformis/demokratis dll?
Pantaskah org yg suka mencemooh org lain dng kata2 kotor dan tidak sopan
bergelar itu? Anehnya, org2 di milis ini tak malu2 mengangkat dirinya
sendiri sbg org reformis.
Seandainya saja Bung Sonia ini hidup di masa penjajahan, kira2 Bung Sonia
itu akan jadi pejuang (yg tdk akan mendpt apa-apa seperti yg dikatakan
itu), atau menjadi cecunguk seperti yg dimaksud Bung ac ya?
==================================
Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
==================================
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!