bung yap,
kok tinjauan anda sekarang mbalik sekian derajat?
kehormatan diri yang anda ulas cenderung kepada
kehormatan seseorang di-mata orang lain yang
"harus" menghormatinya. anak buah menghormati
boss, pelayan menghormati juragan, yunior menghormati
senior...
tapi kalau bung yap mau menyelipkan rasa "ajining diri"
itu lebih ke sudut "DIRI" sendiri, maka akan terasa benar
makna wise-word-java itu. sehingga diri sendiri merasa
KAJEN (dihargai oleh diri sendiri....). sanepan sederhana
dan guyonnya, "LHA WONG UNTUK MANDI KELUARGA
sendiri kok cuma PAKAI GIV, kan mampu seandainya
beli 4711?"... lak ngunuuuu tah?
tabik cak,
mbah soeloyo
-----------
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, October 10, 1999 5:28 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Lathi
> Ajining diri (kehormatan diri)? Bisa dari ucapan, bisa
dari kekayaan, bisa
> dari jabatan, bisa dari kekuasaan, bisa dari kepandaian.
Tetapi yang lebih
> universal-pragmatis ya dari uang dengan segala bentuk
konversinya.
> Room boy mana yang tidak menghargai tamu hotel yang royal
menebar tips,
> walaupun mulutnya selalu bau alkohol dan wanita yang
digandeng kekamarnya
> berganti setiap malam?
> Dalam pesta hajatan, siapa yang lebih dihormati penerima
tamu? Yang banyak
> memberi nasihat kebajikan atau yang dengan santainya
melempar sebungkus
> kunci kontak limousine plus BPKBnya?
> Yang boleh parkir didepan pintu masuk hotel apakah Hijet
55 yang dikemudikan
> orang yang suka memberi nasihat atau BMW seri 7 yang
dikemudikan siapapun?
> Mengapa Polisi terlihat lebih enggan merazia Ferrari
dibanding Kijang?
> Bahkan seorang yang datang ke pertemuan dengan dasi dan
jas lebih didengar
> kata katanya daripada yang cuma memakai batik.
> Dipertemuan alumni kehormatan diri tergantung dari mobil
apa yang dibawanya
> dan berapa donasi untuk kegiatan sosial ikatan alumni.
> Orang tidak berani datang kepertemuan Lion Club dengan
Suzuki Futura,
> walaupun baru gresss.
> Mungkin ketika wise word Jawa itu diperkenalkan, belum
ditemukan uang dan
> kehidupan masih sangat primitif, sehingga perkataan
seseorang masih
> merupakan variabel penting kehormatan diri.
>
> Sekarang? Nggak selalu. Kalau ceteris paribus, baru kata
kata seseorang bisa
> mendatangkan kehormatan diri.
>
> Bahkan yang paling terhormat adalah orang yang ketika
kecil dimanja, muda
> foya foya, tua kaya raya, mati masuk sorga. Hip hip
huraaaa....
>
> Yap
>
> >From: $Bji(B <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: "Kuli Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: [Kuli Tinta] Lathi
> >Date: Fri, 8 Oct 1999 12:31:45 +0700
> >
> >Ada pepatah mengatakan: "ajining diri gumanthung ing
lathi" atau
> >Kehormatan Diri Seseorang Sangat Tergantung Kepada Apa
Yang
> >Diucapkan.
> >
> >Karena kita berkomunikasi lewat jagad maya maka "ajining
diri
> >gumantung ing keyboard"
> >
> >
> >
> >
>
>___________________________________________________________
___________
> >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> >dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> >Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> >Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>
____________________________________________________________
__________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!