salam semuanya,
setahu saya ramalan jayabaya yang beredar akhir-akhir,
terutama
menjelang kemerdekaan, adalah karya terjemahan pujangga jawa
abad 19
(mungkin ki ranggawarsita atau yasadipura), yang rata-rata
pernah
menjalani hidup sebagai "santri" dan biasanya pula sempat
berkelana
di seluruh wilayah kerajaan surakarta.
jadi maklum kalau terselipkan kata-kata seperti jagung,
adil, mupakat,
makripat, mupangat, ketip (dari khatib), srengat (syari'at).
(kata-kata arab ini berubah menjadi begitu, karena sang
pujangga harus menulisnya dalam huruf jawa yang terbatas)
namun kita harus tahu, jagung seperti yang kita saksikan
sekatang itu
hanyalah salah satu bentuk species dari suatu genus Zea,
yang kemungkinan
punya kerabat di mana-mana. kerabat yang dekat dengan Zea
ini
misalnya Coix, yang dikenal dengan jagung jali. mungkin saja
jayabaya
memaksudkannya sebagai jali, yang tanamannya tumbuh merumpun
dan secara keseluruhan dapat tumbuh tidak hanya sekedar
seumur
jagung (yang kita kenal sekarang). namun karena oleh
pujangga penyadurnya
harus disusun dalam bentuk tembang dengan tertip konsonan
tertentu, dan
kebetulan sang pujangga mengenal bahwa jali ini mirip dengan
jagung,
dibuatlah syair yang berujung "sak umuring jagung" itu.
juga ada suatu penelitian, yang menyatakan benih jagung itu
bila dibiarkan
(disimpan yang layak sebagai benih) maka akan kehilangan
daya hidupnya
bila ditanam setelah kira-kira 3 tahun atau lebih.
terakhir, orang jawa sering menyebut rajanya dengan
gelaran-gelaran.
sehingga jayabaya ini hanya suatu gelaran, bukan nama
sebenarnya.
karena yang berhasil dicatat dalam sejarah raja-raja kediri
kelihatannya tidak
mengenal tertib nama raja yang demikian, yang ada adalah
KAMESWARA.
diduga jayabaya ini gelar salah satu raja wangsa kameswara
ini yang bermakna
berhasil mengatasi bahaya.... namun ada pula catatan bahwa
pada kurun pemerintahan raja kediri yang bergelar jayabaya
inilah digubah (disadur) serat
bharatayudha yang berindukkan kitab mahabharata dari
hindustan. dan banyak
kitab-kitab lain.
maka tidak menutup kemungkinan bahwa jangka-jayabaya itu
adalah karya bareng-bareng ilmuwan dan pujangga kediri yang
kemudian di-akukan sebagai
hasil karya sang raja, untuk mempertegas gelar yang
disandangnya, JAYABHAYA.
sayangnya kemampuan memahami budaya dan sastra kuna di pulau
jawa yang sempat meninggalkan jejak setaraf candi
borobudhur, prambanan dan
keanehan plateu DIENG, sudah sangat-sangat langka, atau
telah punah.
salam,
mbah soeloyo
(ingin banyak belajar biar tambah pinter dan sehat..)
----- Original Message -----
From: che <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, October 13, 1999 12:11 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Jayabaya (Re: Lathi)
> Apa betul semua ramalan Jayabaya dari Jayabaya itu
> sendiri ? Banyak ketidak konsistenan antara kenyataan
> sejarah dan ramalan Jayabaya. Misalnya saja ramalan
> bahwa Jawa akan diperintah oleh orang kulit kuning
> yang akan berkuasa seumur jagung. Penggunaan unit umur
> jagung jelas tidak konsisten dengan sejarah. Karena
> Jagung adalah tanaman asli Indian Amerika yang baru
> sampai di Jawa setelah pedagang Arab/Portugis datang
> di Indonesia. Sedang Jayabaya hidup jauh sebelum
> kedatangan pedagang-pedagang tsb.
>
> Juga konsep tentang Jawa, apa betul kerajaan Kediri
> yang menguasai sebagian kecil Jawa Timur sudah
> mengenal konsep orang Jawa. Tentang istilah ratu Adil,
> kata Adil adalah kata serapan dari bahasa Arab, dan
> tidak ada dalam bahasa Jawa.
>
> Memang ramalan sebagai tradisi lisan sudah banyak
> ditambah-tambahi sehingga kita tidak tahu mana ramalan
> Jayabaya yang asli. Dari situ tidak dapat disimpulkan
> bahwa Jayabaya mengabdi pada kemanusiaan.
>
> salam
> ch erviana
>
> --- "J.Sujanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Tulisan Jayabaya merupakan "warning" agar manusia
> > tidak melupakan kewajiban
> > terhadap Tuhan dengan memberi peringatan kepada
> > ummat manusia, terutama di
> > pulau Jawa.
> > Tanpa ada pamrih untuk dianggap sebagai "guru".
> > almarhum Jayabaya meneruskan
> > pengetahuannya ( dalam bentuk ramalan ) kepada
> > masyarakatnya.
> > Itulah satu sisi mengapa Jayabaya juga termasuk yang
> > mengabdi kemanusiaan
> > seperti nama-nama lainnya tsb/
> > Thanks,
> > jsujanto
> > ----- Original Message -----
> > From: che <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: 12 October 1999 9:59 AM
> > Subject: [Kuli Tinta] Jayabaya (Re: Lathi)
> >
> >
> > >
> > >
> > > --- "J.Sujanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > ==========
> > > > sungguh-sungguh mengabdi kemanusiaan seperti
> > Mahatma
> > > > Gandhi, Suster Theresa,
> > > > Imam Gazhali, Confusius, Jayabaya, etc.
> > >
> > > Jayabaya mengabdi kepada kemanusiaan ? Saya kok
> > baru
> > > tahu sekarang, bisa mas Sujanto menceritakan
> > dasarnya
> > > bahwa Jayabaya itu mengabdi kepada kemanusiaan.
> > >
> > > Makasih sebelumnya
> > >
> >
>
____________________________________________________________
__________
> > > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> > LAKUKAN SENDIRI
> > > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
>
____________________________________________________________
__________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> > LAKUKAN SENDIRI
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
>
____________________________________________________________
__________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!