On Tue, 12 Oct 1999, kape swe wrote:

> Salam dulu,
 
> Saya mau tanya benar tidak judul saya di atas:
 
> SETIAP DEMO oleh demo Forkot, Forbes dan Kamtri =
> PENYIKSAAN
 
> Ini alasan saya:
 
> yang tersiksa:
 
> 1) Masyarakat --------- karena PENDEMO (Forkot, Forbes
> dan Kamtri) selalu menutup jalan TOL yang diperlukan
> sebagian masyarakat Jakarta dan BUKAN milik PENDEMO.
> Mustinya demo yach demo tapi ada aturannya
> dong........

WAM:
Benar sekali.
Saya mesti keluar ongkos lebih banyak tidap kali ada demo kelompok ini. 
Saya juga nggak habis ngerti, di mana otak para mahasiswa liar yang
menamakan Forkot ini? Kok ya mereka tidak berfikir kita2 ini jadi susah. 
Tidak adakah cara berdemo yang lebih beradab, dengan tidak memenuhi jalan?
Para tiran2 kecil ini agaknya merasa bangga kalau bisa memacetkan banyak
jalan. Agar dianggap berkekuatan besar, kali.

Bahwa mereka merasa punya hak berdemo, silahkan saja. 
Tapi, bukan hak mereka untuk menyusahkan banyak orang.
 
> 2) Polisi dan TNI dan KAMRA karena setiap DEMO
> kayaknya mencoba untuk PERANG bukan DEMO dengan
> penjaga keamanan.........
> contoh : KASus semanggi 1 dan semanggi 2 dan hari ini
> KAMRA ada yang disiksa oleh PENDEMO

WAM:
Betul juga.
TV sudah berkali2 menayangkan hal itu. Bisa jadi, makin banyak yang
terluka atau mati, mereka makin bergembira. Dengan demikian, mereka
mendapat tambahan amunisi untuk memaki TNI dan Habibie.

> 3) Pendemo sendiri........... yach kasus diatas dengan
> mati-nya mahasiswa dan masyarakat sekitar.......

WAM:
Kayaknya yang selalu terluka atau mati itu bukan biangnya Forkot.
Tapi, Forkot lah yang meraup keuntungan politis. Nggak tahu saya, apa
namanya yang begini ini.

> salam kembali

> Kpswe:
 
> Apa kita tidak belajar untuk berdemo yang baik dan
> BERDEMOKRASI ........

WAM:
Kalau kelompok itu berfikir benar, tentu mereka tidak akan menyusahkan
banyak orang. Bahwa mereka tidak peduli dengan orang2 yang dibuat susah,
sudah mencerminkan apa yang sebenarnya mereka perjuangkan.
 
> Mungkin teman2 yang tinggal di luar Indonesia bisa
> cerita aturan DEMO di negara2 lain ......., yang
> munkign pasti tidak ada penyiksaan mau yang jumlahnya
> 100 orang atau yang 300 ribu orang

WAM:
Bisa jadi, buat mereka tidak ada artinya kesusahan yang dialami banyak
orang akibat ulah mereka. Barangkali, mereka beranggapan bahwa yang boleh
didengar cuma kelompok mereka sendiri. Persetan dengan masyarakat.

WAM


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke