Beginilah kalau Orde Baru masih ingin berkuasa......:(
Yang aneh, Pimpinan MPR sama sekali tidak dipercaya
oleh Mahasiswa, padahal kata orang2, mereka adalah
Pahlawan/Tokoh Reformasi.
Salam,
bRidWaN
At 08:43 AM 10/14/99 +0800, Sambodo, Prijo (KPC) wrote:
>Sekedar mbantu saja mengembangkan wawasan (kayak mas Zaki
>dengan Repoblik A-nya).
>Info ini terutama buat mas Wisnu yang mendewakan bekas boss-nya.
>
>Paijo SingBodoneram.
>(yang kagum sama HBB, bisa nyulap pesawat jadi ketan .....! kalah dong si
>Dapit Koperpilt)
>
>> From: Gatot Supomo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>>
>> Siapa yang akan menjadi presiden,
>> Habibie atau Wiranto ?
>>
>> http://www.suarapembaruan.com/News/1999/10/131099/Politik/po01/po01.html
>>
>> SUARA PEMBARUAN DAILY
>>
>> LIPI: Politik Dagang Sapi Di MPR/DPR Makin Meruak
>>
>> Jakarta, Pembaruan
>>
>> Para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan
>> keprihatinan mereka dengan kemungkinan tergulungnya agenda reformasi.
>> Tanda-tanda mutakhir menunjukkan bahwa politik dagang sapi di MPR dan DPR
>> semakin meruak. Hal ini harus dihentikan.
>>
>> ''Sandiwara politik barisan status quo yang terus-menerus bertumpu pada
>> wet, legalitas, dan keresmian yang penuh kepalsuan dan penipuan itu, harus
>> dikembalikan kepada politik yang benar dan bajik atas dasar recht,
>> legitimasi dan keabsahan,'' tegas Dr Mochtar Pabottingi, yang menyampaikan
>> pernyataan 50 peneliti di Jakarta,Selasa (12/10). Dari 50 peneliti yang
>> menandatangani pernyataan itu, di antaranya selain Mochtar Pabottingi,
>> juga
>> Dr Muhammad AS Hikam, Dr Hermawan Sulistyo, Dr Ikrar Nusa Bhakti, Riza
>> Sihbudi dan Syamsuddin Haris serta M Riefqi Muna.
>>
>> Dengan terpilihnya Amien Rais sebagai Ketua MPR, dinilai, belum merupakan
>> jaminan bahwa upaya reformasi akan terus berjalan.
>>
>> ''Amien Rais harus diingatkan dan dikritisi terus. Jangan-jangan Amien
>> sudah berbeda setelah menjadi ketua MPR,'' ujar Mochtar.
>>
>> Selain mengingatkan adanya politik dagang sapi, para peneliti itu pun
>> menyatakan bahwa demi menyelamatkan bangsa dan negara, menghentikan
>> ketidakpastian dan rangkaian penipuan besar terhadap rakyat diserukan
>> kepada MPR harus menolak BJ Habibie kembali menjadi presiden. Penolakan
>> tersebut juga dimaksudkan untuk menghormati agenda reformasi serta
>> menghentikan kebangkrutan yang melanda Indonesia.
>>
>> ''Kami dengan tegas menolak didudukinya lembaga keprsidenan oleh siapapun,
>> dari kalangan sipil maupun militer, yang mustahil dipisahkan dari
>> Soeharto.
>> Sebab mustahil bagi kami membiarkan kursi kepresidenan kembali kepada
>> mereka yang telah memporakporandakannya,'' tegas Mochtar membacakan per-
>> nyataan tersebut.
>>
>> Menurut dia, terlalu banyak alasan untuk menolak Habibie menjadi Presiden
>> RI. Di bidang ekonomi, dalam enam bulan terakhir telah terjadi
>> kebangkrutan
>> empat kali lipat bahkan lebih memprihatinkan, semakin lemahnya daya beli
>> masyarakat serta membengkaknya utang luar negeri dan tidak ada upaya
>> pemberantasan korupsi. Sedangkan dalam bidang politik terlalu banyak
>> bukti-bukti naifitas politik Habibie.
>>
>> Kroni Patrimonial
>>
>> ''Ia menganggap Soeharto sebagai gurubesarnya sehingga tidak mungkin
>> mengadili Soeharto. Habibielah yang paling depan mempertahankan dwifungsi
>> ABRI. Menuduh Barnas (Barisan Nasional) melakukan makar. Habibie telah
>> meneruskan rezim Orde Baru dan mustahil dipisahkan dari Soeharto. Terbukti
>> dengan adanya SP3 (Surat Penghentian Penyidikan) kepada Soeharto,'' ujar
>> Mochtar.
>>
>> Lebih lanjut Mochtar menjelaskan bahwa Habibie adalah bagian dari kroni
>> patrimonial, yang telah mengambil seluruh kedaulatan rakyat. Bahkan,
>> dengan
>> adanya berbagai kasus selama Habibie berkuasa, bangsa Indonesia seperti
>> tidak ada harganya.
>>
>> Hermawan Sulistyo, yang mendampingi Mochtar Pabottingi, mengatakan bahwa
>> sangat tidak layak seorang presiden membandingkan jatuhnya korban manusia
>> dalam pemerintahannya dengan saat pergantian Orde Lama ke Orde Baru. Untuk
>> itu, baginya, Habibie adalah seorang psikopat.
>>
>> ''Kalau cara berpikirnya demikian, maka sah-sah saja jika mahasiswa
>> berdemonstrasi atau rakyat yang memberontak ditembaki. Kan, jumlahnya
>> belum
>> satu juta kok. Bagaimanapun yang namanya nyawa tidak bisa dihargakan,''
>> kata Hermawan.
>>
>> Lebih lanjut dijelaskan juga Habibie dengan tentara yang mendukungnya
>> telah
>> mengubah konflik negara dengan masyarakat (vertikal) menjadi konflik
>> sesama
>> masyarakat (horisontal). ''Antar masyarakat diadu domba hanya karena uang.
>> Dalam kategori kejahatan kemanusiaan ini termasuk dalam crime by action
>> yang dilakukan Habibie,'' jelasnya.
>>
>> Kembali Unjuk Rasa
>>
>> Di tempat terpisah, sekitar 500 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Kota
>> (Forkot), Kesatuan Aksi Mahasiswa Trisakti (Kamtri) dan Forum Bersama
>> (Forbes), Selasa (12/10) siang, kembali berunjuk rasa menuntut agar selain
>> HM Soeharto, juga Wiranto dan Habibie diadili.
>>
>> Aksi itu diawali oleh Forkot dan Kamtri yang melakukan long march dari
>> Semanggi menuju Gedung DPR/MPR. Sesaat sebelum tiba di bawah jembatan
>> layang Taman Ria Senayan, sejumlah mahasiswa dari Forbes bergabung. Mereka
>> segera dihadang oleh ratusan aparat keamanan kendati beberapa kali
>> diadakan
>> negosiasi.
>>
>> Ketiga organ itu menilai bahwa rezim Orde Baru adalah penindas rakyat
>> dengan mesinnya adalah Golkar dan ABRI. Untuk itu, Soeharto Habibie dan
>> Wiranto harus diadili.
>>
>> Menurut mereka, wajar jika Habibie harus ditolak menjadi pemimpin di
>> negeri
>> ini. Belum lagi, kasus Bank Bali yang jelas-jelas melibatkannya menjadi
>> tidak tuntas, maupun pelanggaran HAM terhadap mahasiswa dan rakyatnya.
>>
>> Forkot dalam pernyataannya juga menilai bahwa apa yang terjadi di Sidang
>> Umum (SU) MPR tidak lebih dari politik dagang sapi. Semuanya dinilai demi
>> kekuasaan belaka saja. (HS/W-5)
>>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!