> -----Original Message-----
> From: Iwans [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA -- agama Megawati
>
> Ya, kenapa ada .************* del ************************************
>
> Tetapi untuk fairnya saja. Karena saya hadir pas acara pelantikan anggota
> MPR maka harus saya sampaikan bahwa Megawati bersumpah sesuai agama Islam,
> dan bukan aliran kepercayaan.
>
> Salam,
> Iwan Sams(mas wartawan)
*************************************
Mbah percoyo ga' ambek awak-awak.....!
Kalau ada info dari si mister [EMAIL PROTECTED], anggap saja angin dari
toilet ......! jangan terlalu dihirup nanti bikin mual benak kita, mules
jadinya.
Tapi awak seneb sekarang, kok diskusinya sekarang malih ke topik
agama(seseorang) n bukannya perbuatan-perbuatan yang (sudah) dilakukan-nya,
masalahnya kalau mbicaraken agama seseorang awak takut ada yang pake hukum
kuantitas dalam men-justice suatu agama, seolah-olah perbuatan seseorang itu
identik dengan ajaran agamanya(wah ini ndak bener, agama ya agama, suci
sifatnya nggak usah didebatin lagi).
HBB, si Harto, A Ghalib, Baramuli dll itu mereka tidak bisa dihubungkan
dengan agama yang dianutnya, begitu juga kita tidak bisa bilang bahwa karena
si Benny jelek maka agamanya pun jelek atau si Theo kadal maka agamanya juga
kadal.......?
Wah nggak bener itu, mending sekarang diskusinya tentang bagaimana
"memblejeti" seseorang yang nyata-nyata kadal tapi selalu sok belagak hebat.
Misalnya si Baramuli, HBB cs, dll itu biawak, karena sudah
jelas-jelas bikin hancur program restrukturisasi perbankan (lewat bank bali
yang ndak ada di bali), tapi berani berkoar di SU MPR bahwa prestasi itu
adalah keberhasilan mereka.......? atau dengan numpuknya utang
luar negri buat menstabilkan mata uang rupiah, tetapi diklaim sebagai
prestasi mereka dalam menurunkan nilai tukar rupiah.........? atau
dengan lagak sok gentle mengaku reformis tetapi si Harto dilepas bebas,
Tommy dilepas bebas, Tim-Tim dilepas, abri dibiarin mbunuhi mahasiswa
/rakyat, konflik horisontal antar rakyat semakin diperbesar, semangat
sektarianism semakin dipompakan dengan menyulut isu-isu primordial/SARA,
dll................! udah gitu masih bernyali(tur rai gedhek)
mencalonkan diri lagi jadi boss besar .....!
Ha...ha...ha...ha.....! betapa bangsa ini semangkin ngangeni, kayaknya
belum ada bangsa lain yang sekonyol bangsa ini, yang punya pemimpin
nyol-konyol semua.....hi...hi...hi...hi.......!
Paijo Bodo(yang konyol juga)
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!