Ha... ha... ha... baru tahu dia kalau Paijo itu mulutnya sebesar kuali, tapi
ndak apalah punya mulut sebesar kuali, ditambah mata sebesar telor burung
unta dan hati sebesar gajah dan telinga selebar gunung ndak apalah saya ni
.....!

Omong-omong saya memang bukan seorang idealis, kata idealis sudah saya
tanggalkan sejak selesai sekolah dulu. Paijo sekarang adalah Paijo yang
realis tapi bukan seorang opportunis (walaupun suka opor ayam dan tumis
kankung). Sebagai seorang realis saya menghindari sikap munafik dan ngotot,
karena segala tindakan saya selalu didasari pemikiran tentang "siapa saya
dan dimana saya". Itu yang jadi pendirian seorang realis(konsisten ndak
....?). Saya tidak pernah suka hidup dalam mimpi dan berbicara tentang
mimpi, yang selalu saya pikirkan adalah bagaimana aksi hari ini merubah hari
esok(lho kok jadi bingung aku.....?).

Begini mister Zaki, kapese adalah milik patungan raja tambang dunia British
Petroleum (Ing) dan Rio Tinto (Aust). Selain disini(yang
terbesar/termoderen/terbaik di asia), mereka memiliki daerah konsesi tambang
BB ndak cuma di endonesia tapi juga di China(yang terbesar), Vietnam, etc
selain Australia sendiri. Karena itu seandainya mereka diusir dari
endonesia, dengan senang hati mereka akan pindah.....!   apakah mereka rugi
.......?   rugi mungkin, tapi efeknya tidak signifikan bagi mereka(bagaimana
rugi wong BEP sudah dicapai sejak 1997 lalu, yang ada sekarang hanya dev.
production, justru endonesia yang tolol kalau melepas mereka), juga dengan
pangsa 75% market dunia ada ditangan mereka apa ruginya mereka pindah
produksi..?         dan sekedar info mister Zaki, seandainya mereka minggat
yang paling rugi ya bangsa ini sendiri........!     dengan defisit anggaran
yang gila-gilaan dan kondisi perekonomian yang amburadul, apa mau kita
melepaskan salah satu keran dana yang bisa buat mbiayai bangsa ini .....?
Saat ini bukankah bangsa kita masih merayu mereka agar mengguyur investasi
tambahan.......? 

Itu dari sisi luasnya, dari sisi sempitnya, apa saya mau melepaskan
kesempatan untuk bertransfer teknologi dengan mereka(yang di perusahaan
negeri adalah muskil didapat), dengan kesempatan belajar yang  luas serta
upah yang baik tentu saya lebih bisa mengembangkan sikap profesional saya
dalam bekerja dimana hal ini akan membantu dalam mempersiapkan diri pada
Program nasionalisasi perusahaan......!      Secara kasar saya jelaskan
bahwa "cuma orang idiot" yang mau menghancurkan periuk nasinya serta
menyumpal mulut anak-istrinya dengan gombal berlabel idealis apalagi
nasionalisme yang keliru plus sempit(maunya sok nantang bangsa lain, tapi
kok masih ngemis-ngemis minta utang .....?).

Mengenai dampak lingkungannya, soal dampaknya memang 100% tidak bisa
dihilangkan, tapi sekedar info, proyek rehabilitasi kita adalah yang paling
baik di Indonesia(kalau mas bandingkan dengan perusahaan tambang lain macam
Freeport atau tambang milik negeri sekalipun atau perusahaan semacam
perusahaannya mas Izrin boleh dibandingin, mas Zaki boleh check dengan
sekali-kali dateng ke kota kami) kita disini malah bersyukur bahwa
perusahaan ini bisa kita kontrol ndak as greedy as others karena sudah 80%
dimanage sama bangsa sendiri (expatnya tinggal 54 ekor).

Jadi mas Zaki, belalah bangsa ini tapi bukan dengan cara konyol berstempel
idealis apalagi sok nasionalis. Belalah bangsa ini dengan cara yang paling
realis yang benar-benar dibutuhkan bangsa ini. jangan terhanyut oleh
sentimen primordial sehingga membangkitkan emosi munafik yang malah
menjebloskan bangsa ini. Saat ini bangsa kita membutuhkan pemimpin yang
realis dan bukan tukang mimpi atau tukang gebuk bertameng
nasionalis/militer. Tugas mas Zaki bukan membuat provokasi agar kita
berantem dengan bangsa laen, tapi justru merangkul bangsa laen agar mau
membantu kita bangkit dari kelumpuhan, nanti setelah kita mampu berjalan
barulah kita boleh nantang mereka adu lari bukan adu dengkul yang bikin
sakit.

Paijo Singbodo(heh... heh... heh... heh... cuapek aku nulis, kemeng nih
tangan.....!)

> -----Original Message-----
> From: Zaki Tugiyo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Mas Paijo,
> 
> Ternyata Paijo sadar juga kenapa Indonesia nggak pernah maju2, salah
> satunya kenapa sulit untuk maju karena di Indonesia terlalu banyak MULUT
> termasuk anda sendiri yaitu Paijo yang mulutnya sebesar kuali sehingga
> kalo ngomong selalu blosss ... blosss ... blosss sehingga katanya keluar
> tidak bermakna.
> 
> Salah satu alasan lagi kenapa Indonesia sulit untuk maju karena selalu
> memakai OTOT bukan dengan OTAK hingga masyarakat yang kurang cerdas
> dengan mudah dijual mimpi-mimpi elit politik lihat saja komentar Theo
> Syafey, Aberson Sihaholo maupun Jacob Tobing yang mengatakan Pilih
> Megawati atau Revolusi sehingga rakyat yang bodoh di bodoh-bodohin terus
> dan kapan rakyat akan berdaya dengan masalah sehari-harinya ... ?  
> 
> Mas Paijo ternyata sok idealis, ternyata idealis Paijo hanya sebesar
> Burung Blekok, pada saat terjadi benturan antara Pekerjaan (KPC) dengan
> Idealis nya makan dia akan mati-matian membela priuk nasinya, kalo ini
> sih namanya Idealis Kentut ... ! tolong Paijo perhatikan gimana
> pencemaran rusaknya alam di Sangata sekitar Bontang (Kaltim) rusak
> akibat ekspolorasi tambang batu bara oleh KPC ... hal ini yang dibela
> mati-matian .. ohhhh ...ohhhhh ... ?
> 
> Salam
> Zaki Tugiyo
> (yg lagi MULUT BESAR dan IDEALIS KENTUT ngikuti PAIJO di KPC ... ?)
> ----------
> From: Sambodo, Prijo (KPC)
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke