Akhir-akhir ini istilah 'pembisik' jadi terkenal di Indonesia. Hal ini disebabkan
karena Presiden yang terpilih pada pemilu tahun
lalu cacat pada indra penglihatannya. Karena cacat matanya, maka Presiden kita lebih
banyak mengandalkan indra pendengarannya. Dari
sinilah kiranya istilah pembisik ini muncul.
Dalam hal yang biasa istilah pembisik itu netral, tidak memihak. Artinya bila
Presidennya normal penglihatannya para pembisik ini
tetap ada. Namun dalam konteks di Indonesia dimana Presidennya cacat istilah pembisik
itu tidak netral lagi, karena para pembisik
itu punya kekuatan untuk mempengaruhi Presiden dalam memberikan informasi. Bagi lawan
politik Gus Dur istilah pembisik bisa
berkonotasi jahat, sampai-sampai disebut para pembisik tidak lulus SD. Bagi mereka ini
Gus Dur diibaratkan seperti gong. Pembisik
ibarat pemegang pemukul gong, sekali memukul gong informasi (maupun disinformasi) akan
dibunyikan Gus Dur. Disini lawan-lawan Gus
Dur menganggap bahwa posisi pembisik adalah posisi strategis. Oleh karena itu pula
para sekretaris Presiden yang dianggap berprofesi
sebagai pembisik banyak diserang lawan-lawan politik Gus Dur.
Bagi yang pro Gus Dur istilah pembisik ini tetap netral. Dan tidak perlu diganggu
gugat. Mereka berpikir meskipun Presidennya cacat
penglihatannya, Presiden masih punya kearifan untuk mengolah informasi/disinformasi
yang disampaikan kepadanya. Presiden bukanlah
gong yang sekali pukul langsung berbunyi.
Namun istilah pembisik juga menguatkan kesan bahwa politik Indonesia itu tidak
transparan penuh bisik-bisik, kasak-kusuk, dan
percaloan. Dan istilah pembisik ini juga membuktikan bahwa tradisi lisan (yang
dianggap sebagai salah satu biang keladi kenapa
bangsa ini enggak maju-maju) tetap relevan sampai saat ini.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!