Eh..Bung Sacilat Pabu Saleg, (ef... nick name mu bagus deh...,
mewakili karakter?? )
Tampaknya Bung pendukung berat GD ya....? Bagaimana tanggapan Bung
Sacilat Saleg terhadap berita berikut:
Tolong dikomentari ya Bung Sacilat.
dari: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/02/10/1346223
Poros Tengah Tetap Dukung Gus Dur
Kamis, 10 Pebruari 2000, @13:46 WIB
Jakarta: Poros Tengah tetap siap mendukung Presiden
Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) meskipun saat ini dirinya tengah diselimuti
berbagai konflik
dan polemik. Bukti dari loyalitas itu akan diikrarkan pada
acara Halal
bi Halal dan Silaturahmi Akbar Poros Tengah di Stadion
Utama Senayan
pada 20 Februari mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana Halal Bi Halal Habib Umar
Muhammad AlHamid
kepada wartawan menjelaskan hal tersebut, hari ini. Dia
menyatakan bahwa
acara itu akan menampilkan pembicara Ketua MPR Amien Rais,
Ketua Umum
PPP Hamzah Haz, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra,
Presiden Partai
Keadilan Nurmahmudi Ismail.
Acara yang diperkirakan dihadiri ratusan ribu pendukung
Poros Tengah
juga akan mengundang Ketua DPR Akbar Tandjung, ulama kondang
Zaenuddin
MZ dan KH Fachrul Rozi Ishaq , budayawan Taufik Ismail dan
KH Mustofa
Bisri, serta hiburan musik Ikang Fauzi dan Gito Rolies.
"Presiden Gus Dur sudah dihubungi dan mudah-mudahan bisa
datang," kata
Habib Umar. Sedangkan Wapres Megawati dan Wakil Ketua MPR
Matori Abdul
Djalil tidak diundang. "Kalau mau hadir, ya silakan."
Habib Umar mengakui berbagai kontroversi yang datang dari
pernyataan Gus
Dur semata-mata bukan karena kesalahannya, tetapi dari para
pembisiknya.
Untuk itu, dalam acara itu mereka akan mengingatkan kepada Gus
Dur agar
tidak sembarangan menyerap informasi dari orang-orang
sekelilingnya.
***(Set)
--------------------
----- Original Message -----
From: pabu sacilat <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 10 February 2000 16:31
Subject: Re: [Kuli Tinta] Amien akan briefing Gus Dur ? :
Paradoksal Partai
Mbah Soel, mas Mbin dan sedulur sinorowedi semua. Lepas dari
perdebatan tentang seragam, jepang lan sak piturute ternyatra ada
paradok dalam Kongres PAN I di ngayogjokarto hadiingrat tanggal 10
Pebruari 2000.
Paradok itu antara lain :
1. PAN katanya si empunya gagasan si Amin adalah Partai Terbuka,
tetapi mau kongres saja jalan-jalan ditutup semua, sampai-sampai
pengguna jalan tidak bisa lewat dan harus muter kemana-mana. PAN
itu yang punya negara apa ? Kok Menang-menang sendiri. Mbok ya
kalau mau kongres yang biasa-biasa saja. Lebih-lebih itu lho yang
namanya Satgasnya, pethentang-pethenteng di 1/4 jalan kayak yang
punya wewenang ngatur jalan saja. Kalau kondisi seperti ini
dibiarkan, kapan masyarakat wardani (eh madani) dapat segera
terwujud.
2. PAN disebut sebagai partai terbuka untuk semua golongan. Kalau
terbuka maka si Albert Hasibuan (deklaratornya) yang kristen itu
mbok di coba dijadikan salah satu pengurus pusat. Jadi Ketua I
atau wakil sekretaris umum kek atau apa. Saya yakin PAN yang
sebagian besar orang Muhammaddiyah pasti tidak setuju, alasannya
pasti si Albert itu bukan muslim. Memangnya yang punya negara ini
hanya muslim saja poo.
3. PAN katanya Partai untuk menuju persatuan dan kesatuan bangsa.
Lho Gagasannya si Amin mengenai federalisme itu mau menyatukan
atau ada kepentingan lain. Saya kok melihat gagasan federalisme
yang di cuapkan oleh si Amin itu kok hanya untuk komoditas politik
ben PAN populer. Padahal kalaupun tanpa gagasan itu PAN khan sudah
populer khan, berkah si faisal basri sing pinter itu.
4. PAN katanya partai simpatik. yang simpatik itu apanya. Wong
hanya melaksanakan kongres saja kok harus arak-arakan massa. Ini
demokrasi model apa lagi. Contohlah di negara-negara yang sudah
demokrasinya maju. Ini khan berarti PAN tidak bisa memanage
massanya, untuk bersikap sebagai demokrat-demokrat yang elegan
(katanya si Amin itu). Oleh sebab itu jangan memperolokkan PDI
Perjuangan yang selalu mengerahkan massa. Liwat dan instropeksi
dirilah sebelum melakukan kritik terhadap partai lainnya.
5. PAN adalah sebuah Partai politik yang berlandaskan pada
nilai-nilai moralitas. Nah ini yang paling gawat lagi. Ketuanya
itu lho (si Amin), sekarang ini sebenarnya khan juga belum dapat
dikatakan bermoral. Khabar burung (benar atau tidak tergantung
yang menerima) Si Amin itu khan punya simpanan (WIL). Kalau memang
benar ya janganlah mengecam si Kwik Kian Gie yang di isukan punya
saham di Panti Pijat. Bagi saya kalau kedua issu itu benar, saya
menilai kok lebih baik si Kwik itu ketimbang si Amin. Kwik khan
hanya punya saham, sementara belum tentu ia juga hobi pijat
esek-esek. Sementara si Amin issunya khan punya simpanan yang
sifatnya jelas-jelas sidah esek-esek.
6. PAN adalkah partai reformis. Yang reformis itu apanya. Poros
tengah itu khan gagasannya PAN yang ingin menciptakan kekuatan
hegemoni baru di Indonesia, setelah golkar remuk redam. Jadi
sebeutulnya PAN itu plat form politiknya ya setali tiga uang
dengan golkar zaman orde baru.
7 PAN kalau kalah dalam pemilu akan menjadi Partai oposisi. Yang
di oposisi itu apa wong seluruh aktifisnya suda menduduki posisi
penguasa yang strategis. Ini khan berbeda kalau kita melihat sepak
terjang dari anak-anak muda yang ada di bawah panji-panji PRD.
Mereka tetap konsisten dengan perjuangannya untuk menegakkan
masyarakat madani.
8. Kalau PAN menyatakan dirinya sebagai partai terbuka, sementara
sebagian besar aktivisnya tetap mempunyai ideologi yang
bernafaskan keagamaan, maka hal ini patut dicurigai. Jangan-jangan
PAN hanya mempergunakan kelompok atau golongan lain
(minoritas)sebagai alat untuk mencapai cita-cita, yakni merebut
kekuasaan. Dengan demikian bagi golongan minoritas sikap yang
harus tetap dipertahankan adalah tetap mewaspadai sepak terjang
dari si Amin tersebut. Dulu si Amin itu khan anti barat, anti
kristen, anti minoritas. Sekarang si Amin sudah berbeda. Nah visi
dan misi si Amin ini apa sebenarnya ! KITA HARUS TETAP CURIGA PADA
SI AMIN ITU. Kalau Gus Dur kita harus yakin seyakin yakinnya,
kalau sejak semuala di sudah egaliter.
9. PAN mengakui pluralitas dan oleh sebab itu demokrasi yang akan
dikembangkan adalah demokrasi pluralitas (ini kata si Amin). Kalau
demikian Tokok-tokoh politik dari golongan minoritas (agama, suku,
etnisitas) juga harus dikasi kesempatan untuk ikut mengelola
negara ini. Jadi tidak hanya melandaskan pada satu golongan saja
(walaupun itu mayoritas). Negara itu khan area publik. Kalau area
publik maka persoalan-persoalan agama juga harus dikeluarkan dari
persoalan-persoalan negara. Mbok kaya Gus Dur itu yang pernah
memberikan gagasan bahwa kalau ingin maju ya pilih salah satu di
antara dua Jadi Negara sekuler atau negara agama. Agama jangan
dijadikan alat politik. Kalau dijadikan alat politik Islam pasti
selalu dominan - wong mayoritas.
Dari beberapa paradoks tersebut di atas, maka walaupun PAN
sekarang ini sedang melaksanakan kongres, tetapi hasilnya akan
tetap sama saja kalau si Amin itu tetap menjadi Ketumnya. Ingat
lho Si Amin itu khan petualang politik kelas wahid di Indonesia.
Sama seperti si Gogon dari Kisdi (agen provokator indonesia) itu
dan Si Yusril dari PBB itu.
Jadi kalau ingin tetap Indonesia maju saya rasa yaaa ikut ngarso
dalem Sri Sultan HB X. Beliau itu reformis seperti bapaknya. Kalau
ngarso dalem mendirikan partai saya kira dukungan beliau pasti
besar minimal dari masyarakat ngayogjokarto sing nurut-nurut sama
sultannya itu.
Sekali lagi masrilah kita tetap konsisten terhadap pandangan yang
pernah dicetuskan oleh para pendiri negara kita. MAJU TERUS
PANTANG MUNDUR.
--
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!