Paijo jadi wartawan photo, dapat penugasan meliput kebakaran hutan. Karena asapnya
begitu tebal dia nggak bisa dapat ruang tembak yang bagus. Dia telpun redakturnya,
minta disewakan pesawat kecil.
"Ok, pesawat siap sejam lagi. Segeralah kesana" jawab sang redaktur.
Dengan mencarter taksi gelap, Paijo menuju ke air strip yang dimaksud, dan benar saja
pesawat kecil itu sudah meraung manasin mesin.
"Ayo, berangkat sekarang" ujar Paijo sambil membereskan peralatan photonya.
Segera pesawat melaju menembus awan. "Koboi juga cara bawanya" pikir Paijo, tapi dia
senang sama pilot pemberani begini.
"Ambil dari arah utara, buat serendah mungkin diatas hutan terbakar itu dua tiga kali,
supaya leluasa pengambilannya" kata Paijo.
"Kenapa mendekati kebakaran?" tanya sang pilot.
"Lho aku kan photographer, tugasku motret. Terbanglah sedekat mungkin titik api supaya
dapat gambar yang bagus." jawab Paijo.
"Jadi... bapak bukan instruktur saya? Aduh pak, saya kan belum diajari manuver..."
Yap
(mudah mudahan sudah diajari cara mendarat)