----- Original Message -----
From: Yap <[EMAIL PROTECTED]>

Itu kan dulu mas �� , sekarang bisa saja lain. Politik kan
situasional.
Boleh dong esuk dele sore tempe. Mas WAM bilang politisi itu
kelompok yang
paling munafik, jadi ya mungkin saja aliran pemikiran ini ada
penganutnya.
Selamat berakhir pekan,
Yap
===================

Sssstt !!

Do Yogya PAN lagi berdebat mengenai warnanya yang nggak jelas

Perbedaan antara kubu Faisal dan Hatta semakin mencuat. Yang satu
mewakili kelompok yang menghendaki PAN terubka untuk pluralitas,
sedang yang lain mewakili kelompok yang menghendaki warna PAN yang
jelas.

Saya pikir kiprah PAN dalam poros tengah kemarin sudah menciptakan
citra mengenai PAN. Sekali citra itu terbentuk maka dibutuhkan
usaha yang sangat luar biasa besar untuk mengubahnya. Empat tahun
bukan waktu yang panjang untuk mengubahnya.

Seandainya toh kubu Faisal berhasil memenangkan pertarungan itu
meskipun dengan kompromi, namun pertentangan intern sangat
potensial. Di sisi lain, menerima pluralitas seperti yang
dikehendaki oleh kubu Faisal akan membuat PAN menjadi canggung
ditengah PT.

Sudah kepalang basah mengapa tidak meng - goal - kan saja ide
Hatta Rajasa? Kalau targetnya AR menjadi presiden maka peluang itu
lebih baik dibanding harus kembali seperti dulu yang belum tentu
orang non Islam mudah menerimanya.

AR sudah mengatakan dalam pertanggungjawabannya bahwa kesalahan
PAN dalam pemilu lalu adalah melupakan basis bawah dan hanya
berkonsentarsi pada golongan menengah ke atas.

Nah, menggarap secara sistematik basis bawah itu jelas lebih mudah
dibanding usaha untuk mengembalikan citra. Strategi Golkar dengan
IramaSuka Nusantaranya jelas bisa ditiru, artinya daerah-daerah
yang sedikit penduduknya digarap. Ini disamping lebih mudah dan
efektif juga sangat memungkinkan karena Baramuli tampaknya akan
menjadi the end of the bank bali's wind blow sehingga proyek
IramaSuka Nusantara itu kecil kemungkinan berjalan lagi, apalagi
tampaknya disamping jago golkar yang diharapkan untuk memayungi
masa lalu sudah tidak lagi memiliki taji juga faktor usia
mempengaruh progresifitasnya.

Dengan otonomi daerah dan pembongkaran kasus-kasus KKN itu (bahkan
mantan Presiden Soeharto kini telah menjadi tersangka), Iramasuka
Nusantara jelas akan menjadi sasaran rebutan PDIP dan PKB. Mengapa
PAN dengan AR yang lebih kesohor dibanding Hamzah Has PPP tidak
mau memanfaatkan peluang itu. Artinya, mungin saja kalau strategi
itu tepat dan berjalan maka tidak mustahil bahwa nanti PAN bakal
benar-benar memimpin PT dengan perolehan suara terbanyak. Tidak
seperti sekarang ini, meminjam kata-kata Bung Ridwan, hanya
memperoleh suara 7% namun popularitas AR di PT melebih HH dengan
perolehan suara PPP yang lebih banyak dan bahkan berhasil menjadi
ketua MPR.

Menulis di akhir peka ternyata lebih menyenangkan. Mengapa ya?

��
(di Yogya gereja-gereja dijaga tentara. ada apa ya?)


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke