Mas Pabu Sacilat yang baik, Saya juga mengucapkan terima kasih dan bersyukur bahwa ternyata telah terbentuk komunitas 'Anti PAN dan AR' yang mana telah terorganisir dengan cukup rapi sehingga ide2 dan pikiran2 paranoid kita semua bisa terartikulasi dengan baik dalam kalimat2 yang sangat sopan, penuh penalaran, dan sedikit saja kontent emosinya. Anda telah menghasilkan mutiara-mutiara yang sangat berharga di milis ini, Mas Pabu Sacilat. Karena itu janganlah Anda pergi dari milis ini, tetaplah menggunakan nama Pabu Sacilat, karena itu toh tidak ada arti apa-apa selain kemungkinan bahwa itu berarti 'Anjing Bajingan', dan itu toh tetap hanyalah kemungkinan saja yang bisa diabaikan sama sekali. Saya yakin tidak ada niatan dalam diri Anda untuk melecehkan diri sendiri seperti itu. Adapun apabila posting2 Anda hanya menghasilkan pengerasan dalam pengkutuban muslim dan non-muslim di Indonesia, itu bukan salah Anda, itu hanyalah salah tafsir dari mereka2 yang gampang tersinggung. Anda tidak perlu memahami mereka, sungguh. Tidak perlu risau. Teruskanlah perjuangan Anda, Mas Pabu Sacilat tersayang. Kami semua mendukung Anda. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR. Salam bersatu menuju Indonesia Baru. -----Original Message----- From: pabu sacilat [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, February 15, 2000 9:51 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [Kuli Tinta] terima kasih atas tanggapannya mas Yap....... Sungguh merupakan tanggapan yang sangat simpatik. Saya mengucapkan terima kasih. Lain daripada itu perlu saya sampaikan bahwa saya mempergunakan nama yang bagi telinga orang Yogya amat sangat tidak sopan dan tak bermoral, memang mengandung maksud untuk lebih membuka kemingkinan masukknya berbagai tanggapan. Jadi dari aspek pemasaran ternyata eksperiman seperti ini memperoleh tanggapan yang demikian hebat, seperti ketika ada salah satu dari rekan kita yang mengajukan subyek "YESUS SANG ANAK MANUSIA". Cara yang saya pergunakan - dengan mempergunakan nama samaran yang begitu tridak enak ditelinga bagi WAM - semata-mata bukan untuk mempopulerkan diri saya pribadi melalui media internet. Karena kalaupun saya ingin populer - seperti para politikus pendompleng reformasi itu - saya pasti akan mempergunakan nama saya yang sebenarnya. Jadi identitas samaran yang saya berikan ini tidak untuk mempopolerkan diri saya sendiri. Karena Pabusacilat dapat dipergunakan oleh teman-teman saya yang ingin mencurahkan gagasannya melalui email gratisan ini. Jadi sebenarnya Pabusacilat itu bukan nama dari satu orang, tetapi nama dari beberapa orang (kelompok diskusi saya) yang ada di lingkungan saya (RT). Saya lakukan demikian, karena diantara teman-teman memang enggan untuk membuat email gratis (eudoramail). Mereka hanya bisa berpendapat tetapi untuk membuat email belum mampu. Maklum mereka-mereka itu masih sangat awam di dunia internet. Komentar mengenai PAN dan SI AR sebenarnya merupakan hasil diskusi yang sudah diketik, kemudian tinggal operator pabusacilat yang mengitik massage ke email. Jadi janganlah risau. Lain daripada itu semua, dengan mempergunakan nama PABUSACILAT dan memperoleh tanggapan yang begitu hebat, membuktikan bahwa kita semua ternyata gampang sekali terprovokasi hanya dengan nama saja. Contohnya Mas WAM itu yang langsung berkomentar mengenai arti nama tersebut. Saya yakin beliau juga orang Yogya atau minimal pernah di yogya. Yang tidak habis pikir, mengapa tanggapan mas WAM itu kok begitu dahsyat, sampai-sampai mengatakan orang tua saya juga dianggap binatang. Saya mohon tanggapan dari Mas Yap. Salam bersatu menuju Indonesia Baru. - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
