On Thu, 17 Feb 2000, che wrote:

> Mengenai cerita pengunduran Wiranto yang hanya diberitahukan kepada
> dua media massa, Ratih menyatakan, maksud Gus Dur saat itu, supaya
> informasi cepat sampai dan efektif, karena dua surat kabar tersebut
> dikenal nasional dan akan langsung sampai pada rakyat. �Seesoknya pun
> kita mengimbangi jumpa pers lagi,� Kata Ratih . 

WAM:
Jawaban konyol.
Untuk membuktikan kekonyolan itu, kasih pertanyaan hipotetis: gimana kalau
yang diundang itu semua mass media, kecuali MI, Kompas dan Rakyat Merdeka?
Jika jawabannya _setuju_, baru tidak konyol. Tapi, saya yakin ketiganya
akan protes. Itu membuktikan kekonyolan pernyataan itu.

Tanpa bermaksud untuk curiga, adanya hubungan antara Kompas dan Ratih
(dulu) tidak bisa melepaskan orang pada kecurigaan bahwa telah terjadi
sesuatu antara koran ini dan lingkungan kepresidenan. 

Yang membuat saya heran, di saat orang ingin melepaskan diri dari sikap
Orba yang pilih kasih, kok ya presiden berkaca mata tebal ini justru
mundur untuk mengikuti pola yang dianggap sesat. 

Gimana ya, kalau kejadian pilih kasih ini (dulu) dilakukan Habibie, atau
Suharto. Apa yang semua pada diem, atau protes?


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke