Dari Jawa Pos. Berita begini masih laku enggak ya di ini milis
?Omongan Fatwa sungguh menarik, silakan dipersepsi.


PAN Bangga Faisal Masuk Istana

JAKARTA- Sejak namanya disebut masuk istana, salah satu ketua PAN,
Faisal Basri, makin sulit ditemui. Dia kelihatannya memilih sembunyi.
Kawan-kawan Faisal di Indef yang dimintai informasi soal Faisal juga
tidak tahu posisinya. Keluarganya juga enggan memberikan
informasi.Tetapi, Sekjen DPP PAN Hatta Rajasa mengatakan, partainya
tidak keberatan Faisal Basri dipromosikan masuk istana. ''Faisal bisa
dipilih masuk istana karena mampu dan memiliki keahlian sebagai pakar
ekonomi dan politik,'' ujar Hatta kepada wartawan di gedung DPR,
kemarin.
Seperti diketahui, informasi mengenai Faisal masuk istana ini datang
dari Sekretaris Kabinet Bondan Gunawan. Dia menjelaskan kepada pers
bahwa Faisal dimasukkan istana untuk memperkuat posisi
kesekretariatan yang bisa mendukung kerja presiden. 

Hatta mengatakan bahwa Faisal Basri dipilih karena permintaan
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ''Mungkin, Gus Dur memilih dia
karena cocok dan punya kemampuan,'' ujar Hatta yang mengaku sampai
sekarang juga belum berhasil menemui Faisal. 
Tetapi, ada yang mengusulkan agar Faisal tidak menerima tawaran Gus
Dur itu. Soalnya, jika menerima, Faisal akan masuk perangkap karena
selama ini ia paling getol mengecam orang-orang PAN yang masuk ke
pemerintahan.

Wakil Ketua DPR A.M. Fatwa menegaskan, masuknya Faisal ke istana
tidak perlu dipermasalahkan. Bahkan, dia mengaku sudah menanyakan
promosi tersebut kepada Faisal. ''Faisal bilang sama saya tidak
keberatan masuk ke istana. Ya, saya langsung beri selamat dia,'' ujar
Fatwa kepada Jawa Pos. 
Fatwa merasa bangga kader PAN bisa diterima Gus Dur masuk istana.
Tentu, masuknya tokoh PAN ini bisa memberi warna di lingkungan
presiden. 

Soal isu mundur Sekretaris Presiden Ratih Hardjono, menurut Fatwa,
diserahkan sepenuhnya kepada presiden. ''Soal mau mundur atau tidak,
itu terserah pada kesanggupan Ratih dalam menghadapi berbagai tekanan
dan desakan yang ditujukan kepadanya,'' ujar Fatwa.
Gencarnya tekanan yang diterima Ratih, menurut Fatwa, tidak bisa
dilepaskan dari posisinya yang sangat peka. Jabatan sekretaris
pribadi adalah jabatan yang sangat peka terhadap berbagai isu. Jadi,
seandainya memang kontroversi tersebut cenderung sulit diredam,
sebaiknya mundur saja. ''Saya kasihan juga karena dia terus-menerus
menjadi sasaran tembak. Saya yakin tekanan itu akan mempengaruhi
kinerjanya,'' ujar ketua DPP PAN ini.

Selain bergantung pada Ratih, lanjut Fatwa, pengangkatan dan
pemberhentian seorang sekretaris pribadi ini sangat bergantung kepada
kebijakan presiden sendiri. Sebab, penunjukan sekretaris pribadi
mustahil tanpa persetujuan presiden. ''Jadi, pihak luar tidak berhak
campur tangan. DPR hanya bisa memberikan masukan saja, keputusan
terserah presiden,'' ujar mantan tapol ini.
Fatwa mengusulkan, sebaiknya sekretaris pribadi mempunyai kemampuan
dalam bidang birokrasi. Alasannya, pekerjaan seorang sekretaris
presiden akan berhubungan dengan lembaga negara dan masyarakat.
Namun, dia menolak menyebut nama siapa yang pantas menggantikan
Ratih. ''Tetapi, saya pribadi menilai Ratih memiliki kualitas
keilmuan yang memadai. Soal siapa pun yang akan mengganti, itu
terserah presiden,'' ujarnya.(wto/gie)



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke