Silakan bilang saya cerewet, tapi saya mau melampiaskan uneg2 saya.
Tolong juga rekan2 menilai, apakah 'kecerewetan" saya ini salah? Atau
mungkin saya terlalu peka? Alias seharusnya saya tidak perlu mempersoalkan
hal2 seperti di bawah ini?

Baru2 ini Kompas mengumumkan kenaikan harga langganannya. Bukan masalah
kenaikan ini yg saya persoalkan, tetapi cara Kompas mengumumkannya. 

Kompas cetak  Selasa 22/2-2000 mengumumkan:

"Oleh karena meningkatnya biaya produksi, Kompas terpaksa melakukan
kenaikan harga langganan maupun eceran. Mulai 1 Maret 2000, harga langganan
untuk Pulau Jawa menjadi Rp. 38.000, sementara untuk luar Pulau Jawa Rp
39.000. Harga eceran untuk wilayah Pulau Jawa sebesar Rp. 1.700, sedangkan
luar Pulau Jawa Rp. 1.800.
Penerbit."

Trus apanya yg bikin masalah? Kalau saya bandingkan dng media cetak lain,
biasanya pengumuman seperti ini dibareingi dng kata2 seperti "mohon pembaca
maklum." Kata2 'minta pengertian' seperti ini tdk pernah dipakai Kompas. Yg
ada biasanya kata2 seperti "HARAP MAKLUM!" Misalnya, ketika mengumumkan
Kompas tdk terbit. Bunyinya kira2 begini: Besok, tgl, hari, adalah hari
raya..yg merupakan hari libur nasional, maka itu Kompas tdk terbit. Harap
Maklum." atau seperti yg lalu lalu, "Mulai tgl ..., harga Kompas menjadi
Rp... Harap maklum!" Bagi saya ada kesan angkuh dlm kalimat2 seperti ini.

Demikian pula setiap mengirim pertanyaan/komentar/saran dan kritik ke
Kompas tdk pernah dijawab.

Saya sbg salah satu pelanggan berita Kompas lewat Newsmail. Dlm newsmail
berformat web tsb (jadi, kita hrs melakukan koneksi internet kalau mau
membaca beritanya), ada disediakan link feedback u/ pembaca memberi
saran/kritik/pertanyaan. Saya beberapakali menggunakan fasilitas ini,
tetapi tdk pernah dijawab Kompas. Antara lain saya usul, bagaimana kalau
format newsmail tsb diubah menjadi formail e-mail biasa, atau dng
menggunakan sistem compressing. Ini pun tidak dijawab Kompas. Jadi, saya
ragu2 apakah feedback yg saya kirimkan itu dibaca, atau mmg diabaikan Kompas.

Nah, terakhir saya kirim feedback dng kata2 yg lebih pedas pada tgl
15/02-2000, pukul 23.36, dgn maksud u/ mendapat jawaban. Isi e-mailnya sbb:

To: [EMAIL PROTECTED]
From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Saran untuk Kesekian Kali

Saya sdh berkali-kali mengirim saran dan kritik, tetapi tidak satu pun yang
dibalas. Apakah feedback pembaca ini dibaca taua tidak? Kalau tidak dibaca
sebaiknya ditiadakan saja. Kasihan dong, kami capek2 menulis saran dan
kritik, tetapi tidak dibaca, atau tidak di-reken. 

Salah satu usul saya adalah format newsmail Kompas yang sekarang dengan
format web-mail (untuk membaca harus komputer dalam keadaan connect
internet, yang berarti pulsa jalan terus), DIUBAH menjadi format e-mail
biasa. Artinya berita yang dikirim begitu diterima dalam mail box
pelanggan, bisa dibaca TANPA harus terus melakukan connect internet. Kami
cukup menyimpannya dalam mail-box, dan setiap saat bisa dibaca tanpa harus
melakukan connecting internet tersebut.

Bisa, atau tidak mohon diberi sedikit tanggapan. Untuk ini saya 'kan tidak
perlu memohon-mohon, bukan? Tolong hargailah kami sebagai konsumen Anda.

Terima kasih.


Tahukah Anda apa yg terjadi kmd?
Mulai tgl 16/02-2000 saya tidak lagi menerima newsmail dari KOmpas! Seolah
saya di-block.

Saya menduga akibat e-mail saya di atas rupanya membuat kheki Kompas,
sehingga langsung nama saya dicekal, dan tidak dikirim lagi newsmail
tersebut. Ini berlangsung sampai tgl 20/2. Pd tgl tsb saya kirim e-mail
lagi ke sana, saya tanyakan kenapa mendadak saya tdk terima newsmail
Kompas, apakah saya dicekal gara2 e-mail kritis tsb? Kompas tdk pernah mau
menjawab.

Sebagai gantinya mulai tgl 21/2 saya menerima kembali newsmail Kompas.
Dlm kasus seperti ini apakah saya yg kebablasan? Apakah Kompas sdh benar
kalau terus bersikap diam, sehingga menimbulkan kesan arogansi dari media ini?

Jangan2 setelah e-mail ini diterima (saya cc ke newsmail kompas), kembali
saya dicekal?

Sebab pengalaman saya kirim e-mail ke detik.com, tempo interaktif, gatra,
jawapos, surabayapost, dll, biasanya dibalas/dijawab. Mohon komentar.
Terima kasih


Salam Sejahtera



DANIEL H.T.
==========

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke