On Friday, 14 April 2000 Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
-----didelete karena nggak mau ikutan nyebarin gossip ngomunis---
> Apakah sudah saatnya melegalkan hak orang untuk pidato yang isinya seperti
> diatas itu di pasar-pasar dan di tivi dan ditengah masyarakat kita yang
> masih ngos-ngosan ini ?
Paling kalau ada yang ngomong begitu yang nggak senang ya cuek aja, atau
didengar tapi nggak difollow up, seperti banyak kampanye tempoh hari yang
dibegitukan. Itu kan masalah seide atau nggak. Nyatanya kampanye eh khotbah
semua agama disiarkan di TV, tetapi ya tetap saja nggak ada pergeseran apa
apa. Yang ngojek ya tetap ngojek, yang jualan ekstasi ya tetap begitu, yang
nyelundup, yang korupsi ya semuanya begitu. What the heck~!
>
> Apakah anda semua tidak bisa membayangkan ketegangan baru akan terjadi.
baku
> mulut baru akan terjadi. Pukul-pukulan baru akan terjadi. Bunuh-bunuhan
baru
> akan terjadi...
Ah nggak juga, kecuali kalau ada yang membiayai untuk berantem. Apa bunuh
bunuhan selama ini nggak ada sponsornya? Semua perlu sponsor. Mana ada yang
gratisan?
Sekarang ini baku mulut juga sudah sangat marak. Ya nggak apa apa juga. Dulu
waktu Orba, katanya kalau banyak parpol kacau. Lalu datang paradigma baru,
multi partai nggak apa apa. Malah harus. Ya nggak apa apa juga. Mana yang
bener?
>
> Masalah kurang percaya diri ? Apakah ini bukan pertanyaan amat naif ?
> Bunuh2an kok kurang percaya diri. Ummat Islam bakal menang lagi !
Mendongkel
> Gus Dur ? Apakah ini bukan pertanyaan orang teler ?
Ya begini sajalah, kalau mau diagendakan disidang MPR ya diagendakan saja,
lalu diputuskan. Kalau nggak akan diagendakan karena hanya dianggap usulan
lisan ya abaikan saja. Sejauh ini aturannya, Presiden itu melaksanakan Tap
MPR, dan tidak ada kewenangannya untuk merubah atau mencabut, atau
menetapkan Tap MPR. Ya kalau cuma ngomong kan boleh boleh saja. Kalau
omongannya atau tindakannya dianggap menyalahi tugasnya ya ditindak saja.
Jangan cuma dijadikan bahan ngerumpi sembari nggak berani apa apa. Beraninya
kok ngomongin dibelakang. Padahal orangnya kenal, alamatnya tahu, nomor
teleponnya tahu. Itu namanya tidak pernah minum tapi teler melulu. Habis
banyak juga yang katanya anti komunis, tetapi kegiatannya malah menyiarkan
komunisme, atau setidaknya merangsang orang lebih ingin tahu komunis, bahkan
memberi tahu home page addressnya segala. Itu kan teler banget.
yap
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!