Minggu kemarin cuma nyetel TV dan main-main bersama anak-anak. Lebih dari
minggu lain, saya menyimak beberapa santapan rohani Kristen. Terutama yang
di Indosiar. Untuk kesekian kalinya, saya terhenyak. Memang sama.
Betapa kita berkutat berusaha untuk lebih baik mendekat kepada Pencipta.....
Pagi inipun, di TVRI menyiarkan dialog interaktiv dengan Vanda Hutagalung,
penyanyi rohani Kristen. Saya terus terang begitu terharu melihat antusias
masyarakat pada lagu rohani. Begitu rindunya mereka pada Tuhan....

Yayasan itu mudah-mudahan seperti ribuan yang lain. Kurang omong tapi banyak
bekerja. Mencoba membantu orang yang miskin. Memikirkan sekolah
anak-anaknya. Memikirkan kesehatan dengan membuka klinik amat murah dan
gratis , dan lain lain. Disamping  dana masuk dari beberapa dermawan, zakat,
yayasan membuka toko barang second hand. Toko amat maju, beberapa cabang
telah dibuka termasuk di Blok M Plaza.  Alhamdulillah , ratusan manusia papa
telah merasakan manfaatnya.

Amat kerja disana. Mukanya jernih, senyumnya hampir selalu menghias mukanya.
Sikapnya lembut, sholatnya amat rajin. Airmatanya seringkali meleleh ketika
menceritakan derita keluarga miskin yang dikunjunginya, yang dibantunya.
Tiga minggu lalu kami dengan getun melepas Amat. Ketika ijin dua minggu
tidak bisa diberikan padanya, dia memilih mengundurkan diri. Dia minta ijin
selama dua minggu buat berlatih perang Jihad di Bogor. Bukankah Jihad disini
telah jelas pahalanya? Jihad mengangkat orang papa yang amat menderita ?.
Tapi Amat terlalu prihatin dengan saudaranya yang di Maluku. Menurut
informasi yang diterimanya, pembunuhan muslimin masih terus berlanjut .
Pemerintah belum melakukan tindakan yang memadai. Yang ada baru isolasi
informasi. Amatpun tidak mampu mendengar segala argumen teman-teman yang
lain. Amat berbeda pendapat.

From: Alan <[EMAIL PROTECTED]>
"....... Yang saya tentang adalah kelompok politik yang memiliki tujuan
untuk mengambil alih negara dan menjadikan saya sebagai warga negara kelas
dua....."


Pak Rakhmat,
Saya sedih.  Masih terdapat jurang salah paham pada dua umat Tuhan Yang
Satu.  Yang satu dengan mudah masih melihat yang lain seperti kumpulan
bajingan yang mau menghabisi kelompoknya.  Kalau sudah begitu, apakah mereka
bisa pasang kuping untuk mendengar ?  Apakah bisa menyetel nurani pada
gelombang yang tepat untuk digunakan buat menimbang ?

Saya pemerhati tulisan anda. Anda harus tahu  bahwa anda sering membuat
saya optimis tidak terus tenggelam dalam kesedihan.  Pendekatan anda yang
amat
tidak konvensionil, termasuk usulan agar gereja bicara pada lasykar jihad
yang ditolak Gus Dur itu, amat memberikan harapan, lepas dari tepat
tidaknya. Lepas dari praktis tidaknya. Orang-orang itu yang banyak orang
baiknya. Harus didekati. Harus diberi informasi yang cukup. Bukan
diperlakukan seperti anak tiri. Perlakuan yang sudah puluhan tahun mereka
rasakan.

Saya tidak tahu apa saya minta sesuatu dari pak Rakhmat.  Mungkin cuma
keinginan untuk sekedar "share" perasaan. Perasaan yang mudah-mudahan
perasaan yang dekat pada Ketuhanan.  Kalimat saya pasti banyak khilafnya.
Sebelumnya saya minta maaf. Yang penting mudah-mudahan bisa tertangkap
apa inti dibalik kalimat "ngawur" saya.

Wassalam
Abdullah Hasan









- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke