bang daniel ini mau nulis apa sih?
kok utuh mail dari soelojo saja yang ke-post.

salam,


----Original Message Follows----
From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Kuli Tinta] Reaksi Berlebihan (Kaneka Putra)
Date: Mon, 17 Apr 2000 21:24:30 +0700



----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 17, 2000 5:43 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Reaksi Berlebihan (Kaneka Putra)


 > Kaneka Putra adalah seorang resi (guru) muda anak dari Hyang Kaneka,
 > seorang manusia yang diangkat menjadi dewa karena bersahabat dengam
 > Nur Cahya dan Nur Rasa, anak-anak Hyang Tunggal.
 >
 > Ingin mengikuti sang ayah, Kaneka Putra menutuskan diri meninggalkan
 > professi sebagai guru dan bertapa di pantai "awu-awu langit", sebuah
 > tempat yang dipercaya sebagai pintu pertemuan "manusia" dan "dewa"
 > (dalam wayang khayalan mbah Soelojo kan boleh saja, ngawur!).
 >
 > Pengaruh tapanya mengacaukan kahiyangan Mercu-Kunda-Manik, yang
 > dijaga oleh Bala Upata dan Cingkara Bala, manusia kalah kedaden yang
 > juga diangkat jadi hansip para dewa karena berhasil menyelamatkan
 > payung Tunggul Naga, pusaka Kahiyangan. Pintu gerbang gonjang-ganjing
 > mau tak mau mengganggu ketenteraman sang Raja Dewa, Batara Guru.
 > Akhirnya dia menemui Kaneka Putra, dan bersedia mengangkat Kaneka
 > menjadi dewa dengan syarat mampu mengalahkannya berlari di atas air
 > tanpa alat bantu.
 >
 > Perlombaan berlangsung, dan Kaneka Putra kalah. Sementara itu dia
 > heran,
 > karena Dewa Guru ini lumpuh, kok bisa berlari. Dari belakang dia
 > perhatikan,
 > ternyata Dewa Guru beralaskan "daun beringin" yang diinjang pakai ibu
 > jari kaki-kirinya yang lumpuh. Berarti dewa Guru curang... maka
 > sedikit
 > dia ngebut, dan sesampainya di dekat Dewa Guru, dia "cipratkan" air
 > laut, sehingga basah. Akibatnya dewa Guru tenggelam dan menjadi kalah.
 >
 > Singkat cerita, Kaneka Putra resmi menang dan Dewa Guru harus
 > mengangkatnya menjadi dewa. Bukan hanya itu, karena kekalahan Dewa
 > Guru adalah karena curang, maka Kedudukan Raja Dewa harus diserahkan
 > pula ke Kaneka Putera.
 >
 > Apa lacur.. sebagai bekas guru, Kaneka Putra tidak sanggup. Dia merasa
 > kerdil, dan kembali menyerahkan jabatan raja yang belum diterimanya
 > kepada Dewa Guru yang sudah sadar. Sial pula, karena "kemlinthinya"
 > Kaneka Putera ini mendapat "kutukan". Selamanya dia menjadi bertubuh
 > pendek gempal dengan kepala selalu mendongak, sesuai dengan cita-cita
 > nya yang ingin menjadi DEWA itu. Juga dia mendapat nama baru NARADA.
 >
 > oh, narada.... seandainya dulu kamu tetap menjadi guru yang semakin
 > bijak.... tentu lebih bermanfaat bagi kawula alit yang semakin bodoh,
 > pada jaman itu....
 >
 > sampun, pareng... ceritanya terpaksa cuthel.. karena terlihat sekarang
 > ini antara narada dan dewa guru sedang "jewer-jeweran"...
 >
 > salam,
 >
 > soelojo
 > --------
 >
 >
 > - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
 > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
 > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
 > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
 >
 > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













mBah Seoloyo
moderator ML wjseto:
subscribe: [EMAIL PROTECTED]
HTTP://io.spaceports.com/~wojoseto

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke