From: Yap <[EMAIL PROTECTED]> 1>-----didelete karena nggak mau ikutan nyebarin gossip ngomunis--- 2>Habis banyak juga yang katanya anti komunis, tetapi kegiatannya malah > menyiarkan komunisme, atau setidaknya merangsang orang lebih ingin > tahu komunis, bahkan memberi tahu home page addressnya segala. >Itu kan teler banget. ====================================================== Aduh! Mas Yap marahin saya, padahal Kakang Search yang salah. Dia itu amat royal pada siapa saja. Sekali klik dikasi 12.657 alamat mesum seperti itu. Kita usulin saja TAP no.250 buat cekal orang jahat itu . Atau tempat kita yang salah, berani pakai Internet Explorer? > Nyatanya kampanye eh khotbah >semua agama disiarkan di TV, tetapi ya tetap saja nggak ada pergeseran apa >apa. Yang ngojek ya tetap ngojek, yang jualan ekstasi ya tetap begitu, yang >nyelundup, yang korupsi ya semuanya begitu. What the heck~! Wah, muridnya Gus Dur nich ya ? Mau coba kali , khotbah di TV anti Nabi Muhammad, lantas ngomong Jangan lagi percaya pada Tuhan ! Jangan mau dibohongi ulama dan pendeta-pendeta. .. Kalau marxisme legal, polisi harus melindungi orang yang ngomong seperti omongannya Engels itu. Bisa lahir Salman Rushdi Indonesia. Nanti kalau muncul radikalisme yang disalahkan Jubah dan pedang yang kemarin itu. Kemudian TNI dikasi tugas memotong leher seperti yang di Priok itu ?. Lha provokator- nya malah dilindungi dan dibela mati-matian kaya bukan manusia saja. Membayakan persatuan, ngancam umat lain , menakutkan, premanisme , dan mencoba mendongkel pemerintahan yang sah..... Suara seperti itu mulai muncul di Kompas kemarin : TNI akan Melawan ! Kok wes wani ngomong , kan reputasinya pada rakyat amat jeblok . Lha mbok mingkem dulu, membersihkan tubuhnya yang masih amat bau itu.... >Ya begini sajalah, kalau mau diagendakan disidang MPR ya >diagendakan saja, ..(cut)...Ya kalau cuma ngomong kan boleh >boleh saja. Kalau omongannya atau tindakannya dianggap menyalahi >tugasnya ya ditindak saja. Jangan cuma dijadikan bahan ngerumpi >sembari nggak berani apa apa. Beraninya kok ngomongin dibelakang. >Padahal orangnya kenal, alamatnya tahu, nomor teleponnya tahu.... ..(cut)..... Lha yang kurang terang apanya to Mas..! Menurut saya , kalau ukuran Jawa, AR dll. sudah kasar sekali. ( tapi belum pakai kata dobol seperti saya. Sorry Cak Gigih! ). Yang disayangkan adalah kurang pandainya GD menjaga lidahnya sehingga menciptakan ketegangan2 yang tidak perlu. Menciptakan peluang-peluang pendongkelan,dsb. Bukankah urusannya masih amat banyak dan sulit luar biasa ? Termasuk menganyam persatuan? Tapi siapa tahu, mungkin itu adalah rakayasa jenius GD dalam politik. Mungkin pula itu mengandung ilham langit ? Nanti kita semua bisa kaget sendiri. Wallahu A'lam. Wassalam Abdullah Hasan. - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
