Terima kasih Pak Janto,

Yang menjadi masalah adalah bahwa orang yang mencoba
untuk memahami masalah-masalah itu sering diberi stigma
pemuja GD. Refot kan? Padahal, siapa sih yang tidak
ingin melihat negeri dan bangsa ini bangun dari mimpi
buruknya?

Rusaknya bertahap selama 32 tahun maunya sembuh dalam
100 hari. Marzuki terpaksa perlu menjelaskan belum
tuntasnya KKN Soeharto kepada IMF berkaitan dengan
penundaaan itu bukan karena Pemerintah RI tidak serius
menanganinya namun memang demikian luar biasa parah KKN
itu, apalagi Maju Tak Gentar Membela Yang Bayar.

Saya berharap pada suatu saat, Juan, OC, Hotma tampil
di TV bersama Pakar-pakar hukum Indonesia untuk
berdebat secara ilmiah mengenai penanganan kasus KKN
itu. Kita lihat sebenarnya siapa yang benar-benar
cerdas dan siapa yang sebenarnya beruntung kelihatan
cerdas.


----- Original Message -----
From: J.Sujanto Kartowidjojo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Wahana <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 20, 2000 10:37 PM
Subject: [Kuli Tinta] AKU SBG GUS DUR


Saudara-saudara se Tanah dan se Air,
saya menempatkan diri sebagai Gus Dur yang Presiden
Negara Kesatuan Republik
Indonesia; katakanlah "role playing" sebagai Gus Dur.

1. Saya (GD) yang banyak pengalaman dari memimpin ummat
Islam; banyak
belajar dari dalam dan luar negeri; banyak membaca buku
dari komik, cerita
silat sampai masalah filsafat dan literatur ( serta
prakteknya ) berbagai
agama di dalam  dan luar negeri.
2. Saya (GD) melihat dan mengetahui bahwa kaum politisi
di Indonesia,
terlalu banyak yang masih mabok kekuasaan dan ingin
materi
sebanyak-banyaknya,. Pimpinan agama di tingkat bawah
mudah dipengaruhi oleh
mereka untuk mengadakan gerakan massa guna  mencapai
tujuan memperoleh
kekuasaan dan duit saja.Juga rakyat yang sudah berada
di bawah garis
kemiskinan, mereka pergunakan untuk dijadikan alat
politisi yang demikian
itu.
3. Saya (GD) mengetahui bahwa putra-putra daerah tidak
puas dengan pembagian
keuangan Pusat-Daerah, sehingga mereka berusaha
memisahkan dari Negara
Kesatuan R.I., tetapi sebenarnya hanya untuk memperoleh
duit
sebanyak-banyaknya dengan mengatasnamakan rakyat
daerah.
4. Saya (GD) mengetahui orang-orang ORBA masih
berkeliaran untuk menipiskan
kerugian mereka di bidang materi dan kekuasaan serta
tidak mungkin comeback.
5. Saya (GD) mengetahui bahwa di bidang judikatif,
masih sangat banyak
pejabatnya yang mentalnya sudah sangat bobrok.
6. Saya (GD) mengetahui bahwa TNI, terutama TNI -AD,
banyak yang kecewa atas
kebijaksanaan saya, terutama dalam mengatasi masalah
HAM dan Komunisme
7. Saya (GD) mengetahui adanya "permainan"
negara-negara asing yang memiliki
kepentingan di Indonesia.
8. Saya sangat meyakini bahwa kekuatan saya adalah
kepasrahan saya kepada
Allah Swt dan dukungan ummat Islam yang berakal sehat
dan hatinuraninya
bekerja terus menerus beserta jajaran TNI
keseluruhannya.

Berdasarkan 8 pokok tsb. di atas, saya (GD) mengadakan
prioritas sbb.:
I. Mencari dan menempatkan para pejabat sipil dan
militer (terutama TNI-AD)
yang masih mampu mempergunakan akal-sehatnya dan
hatinuraninya masih bekerja
untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia
2. Mencari dan mengusahakan perbaikan di bidang ekonomi
dan keuangan,
terutama dengan bantuan luar negeri; sambil memperbaiki
sarana perekonomian
dan keuangan nasional.
3. Mengusahakan agar daerah-daerah bisa puas dengan
melaksanakan UU tentang
Kekuasaan Daerah dan UU tentang pembagian keuangan
Pusat-Daerah; asalkan
daerah-daerah sudah siap dengan sarana dan SDM yang
dibutuhkan. Kalau mereka
belum siap malahan bisa menimbulkan kesulitan baru
4. Mengembangkan sistim demokrasi yang memang bersifat
universal seperti
yang dilaksanakan di negara-negara Barat dewasa ini.
Di dalam berdemokrasi tsb, diusahakan agar tumbuh
toleransi kaum agama yang
berbeda dan supremasi hukum dijalankan dengan jujur dan
baik.
5. Agar masalah HAM tetap diselesaikan oleh bangsa kita
sendiri
6. Rekonsiliasi agar masa-depan Indonesia tidak lagi
terjadi balas-dendam,
terutama di kalangan generasi mudanya.
7. Agar rule of Law bisa mulai berjalan dengan baik

Dalam prakteknya, saya (GD) akan berbuat seperti saya
ini orang bodoh dengan
cara-cara "guyonan"; tetapi saya akan bertindak tegas
jika mereka berusaha
menjatuhkan saya dengan cara kekerasan apapun dan
melanggar konstitusi NKRI.
Dan saya (GD) selalu berpasrah diri secara total kepada
Allah Swt, Insya
Allah Beliau memberi selalu petunjukNYA dan
perlindunganNYA kepada seluruh
rakyat Indonesia yang saya cintai ini. Saya selalu akan
mengutamakan
kasih-sayang ajaran Allah Swt dalam menyelesaikan
masalah yang sangat banyak
dimensinya dan sangat banyak ragamnya peninggalan mbah
Soeharto.

Saya : Gus Dur






- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke