----Original Message Follows----
From: "indepfm" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Kuli Tinta] Dimyati said...
Date: Thu, 27 Apr 2000 12:35:42 +0800
Saya kira generalisasi mahasiswa makassar melakukan sweeping terhadap orang
jawa dan lantas karena itu di katakan berpikiran kodok adalah tuduhan yang
tidak pantas dan tidak layak.
-----------deleted-------------
M. Aqsa Uce.
-----------------
mbah loyo:
setuju bung Agsa...
banyak mahasiswa yang tidak mau jadi kodok.
itu baru mahasiswa, apalagi rakyat kecil...
amit-amit, deh.
sementara biarlah para dewa di kayangan ber-kodok ria.
kodok yang dalam tempurung kelapa "gading" nan menawan.
berebut isi kelapa yang (tinggal) tipis, sementara airnya
yang segar telah diminum oleh kodok-kodok bangkong sebelumnya.
hari ini aku baca di media "partisan" suaramerdeka, bahwa
pak Klowor telah menjelaskan, mengapa menyanyi lagu GGP-nya
menjadi bergaya RAP, sehingga beberapa suku kata-nya (2 kata,
kalau dijumlahkan) hilang dan diganti dengan yang lain.
kata Klowor, karena kata-kata itu berkaitan banyak dengan
kata-kata di bait syair lagu lain, terutama Halo-halo Bandung.
dan penjelasan itu telah membuat berbagai "penilai" (guru)
Klowor tidak puas dan minta dijelaskan lagi. (padahal waktu
dijelaskan tidak segera menyahut lho....) dan waktu presentasinya
katanya molor 2 jam lebih.... lha setelah di luaran kodok-kodok
itu menyanyi, menandakan bahwa HUJAN TELAH USAI, sehingga terancam
kekeringan, dan mudah terlihat oleh juga Ular Beludhak.yang dengan
begitu kalau hujan turun lagi, berarti selamtlah jiwa "ikan-ikan"
di kali dari paruh sang BANGO THON-THONG.. hahaaa
hingga aku ingat lagu alm. Ben Yamin:
"Sang Kodok- e-e-e sang Kodok...
Kenape ente manggil-manggil aye (kata hujan)
Mangkenye aye manggil-manggil aye,
eh sang Ular ngejer-ngejerrr aye..."
dst.
dan ingat akan kata babakku, bahwa kodok-kodok bangkong di kebun
itu bunyinya tidak sembarangan. dia bunyi sesuai jatahnya. yang
kejatah bunyi "Thung" ya harus Thung, yang Thong ya harus THONG.
ada lagi yang kebagian "mengejan doang" dengan bungi ek-ek-eeek,
ek-ek-eeeek, begitu. katanya, bila satu saja mereka berbunyi lain,
atau membunyikan jatah kodok lain, maka kodok-kodok lainnya akan
mengejarnya sampai mati.
dan aku tanya: "Masak sih Beh... gitu cara hidup kodok-kodok?"
enteng bapakku mejawab: "Ya siapa yang bisa tahu atau mengojok-
ojokin (sekarang mah provokasi ya) se-
ekor kodok untuk berbunyi "lain"?
aku ngeyel: "Mungkin saja, misalnya sedang kaget, atau takut
disantap Uar Beludhag, kan terus diem...?"
bapakku: "Naak... kehidupan KODOK lain dengan manusia. kalo manusia
dalam kelompok, seorang tahu ada bahaya atau kaget, ya
dia sendiri yang diem. temannya mah biar aja sial... kalo
KODOK,seekor kaget atau ketakutan... yaa semua jadi diam
dan takut..."
(dan memang benar ketika habis hujan kodok-kodok bernyanyi, aku
mendekatinya, sebelum 3 langkah dari sumbernya (lobang sampah penuh air)
diamlah nyanyian kodok-kodok itu.... ah, pantas nggak ada KODOK yang
melanggar ETIKA KODOK..ya.)
sekian, pelajaran dari NEGERI KODOK HARI INI... lain kali cari negeri yang
lain ah.... mosok indonesiaaaaa terus yang diulas?
----------------------------------------------------------------------
mBah Seoloyo
moderator ML wjseto:
subscribe: [EMAIL PROTECTED]
HTTP://io.spaceports.com/~wojoseto
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!