Dibawah, sekedar sebagai hiburan lepas Jumat, saya kutip berita tentang Haryanto Taslam. Tokoh loyal setia dari PDIP. Taslam menyebutkan bahwa PDIP belum perlu menarik semua orangnya dari kabinet. Saya kira itu betul. Meskipun mesin uang kementrian BUMN sekarang sudah lepas direbut NU dari PDIP, memang lebih baik punya sedikit dari sana-sini timbang tidak samasekali. Apalagi kalau sudah dapet sedikit-sedikit.....( ah, cuma becanda,lho.. nanti dituduh main fitnah besar seperti Gus Dur?!). Wassalam Abdullah Hasan. detikcom - Jakarta, Gus Dur telah membentuk kerajaan KKN baru dengan mencopot Laksamana Sukardi dan Yusuf Kalla. Karenanya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) perlu melakukan klarifikasi kepada DPR. Demikian dinyatakan mantan Wakil Sekjen PDIP, Haryanto Taslam kepada pers dalam Rehat Lokakarya "Kasus Orang Hilang, Pengungkapan dan Penyelesaian Masalah", di auditarium Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jum'at (28/4/2000). �Laksamana memang telah bertemu Mbak Mega. Itu hak dia untuk meluruskan semua ini. Dan hari ini, laksamana akan memberikan keterangan pers agar masyarkat tidak tertipu oleh keterangan Gus Dur,� tukas kata Haryanto Menurut Haryanto, Gus Dur tidak layak mengatakan hal tidak benar yang dapat katakan fitnah. Dia juga membantah Laksamana telah menipu. Haryanto sendiri mengaku pernah menanyakan tuduhan Gus Dur kepada Laksama Sukardi, dan dijawab tuduhan tersebut salah. Laksamana bahkan menyatakan bagaimana mungkin berani menipu presiden. Haryanto menganggap PDIP belum perlu menarik semua kadernya dari kabinet Gus Dur. Menurutnya yang perlu dilakukan hanyalah klarifikasi kepada DPR. Ditanya mengapa Gus Dur justru memberitahu Taufik Kemas bukan langusng Megawati, Haryanto menjawab,� Tanya saja ke Gus Dur,� . Sementara itu, Muladi di tempat yang sama menyatakan 2 mentri yang dicopot harus diberi hak untuk membela diri. Pasalnya tuduhan pidana juga menyangkut hartkat martabat keluarga dan partai. �DPR harus mengundang keduanya. Zaman sekarang tidak ada yang boleh ditutupi. Harus dibuka. Bocor juga kalau ditutupi,� kata Muladi. Muladi juga menyatakan baik Laksamana maupun Yusuf Kalla berhak menggugat Gus Dur seperti yang dilakukan oleh Parni Hadi. �Kalau menyangkut kehormatan, orang yang benar lebih baik mati daripada dituduh korupsi. Tak apa-apa kalau mereka akan menggugat seperti Parni. Itu haknya untuk melawan,� kata Muladi.
