hmmm, rupanya makin rame dan berat saja diskusi di ML ini.
namun sayang sejuta sayang, yang diributkan masih memper-
masalahkan kedudukan seseorang. sehingga lupa kedudukan
masing-masing.. hehe.
tingkah laku GD yang memelorotkan 2 menterinya, mengundang
banyak perdebatan. namun tetap kepada permasalahan siapa
menjadi apa. siapa itu dari mana. bukan siapa harusnya
bagaimana. dan siapa ngapain saja.
dan memang dunia media massa kita masih bersifat OBOR BLARAK
(suluh dari daun kelapa kering) atau berfilsafat bumbung
resonansi GENDER dan GAMBANG. segera berbunyi dan menggemakan
sesuatu yang sedang hangat.
aku masih ingat ketika AR diangkat jadi bapak reformasi....
maka berbagai media seolah berebut memuat biografi pak AR.
kemudian MW dipilih jadi ketup PDI-P di Bali... demikian
juga beberapa media "simpatisannya" menurunkan berita biografi
MW. terussss.. terakhir Sang Laksamana-Kalla dilengserkan...
begitu lagi berulang, biografi, prestasi dan "mitology" (??)
sang laksamana-kalla kembali menghias beberapa media massa.

kalau misalnya kita bisa mendudukkan masalah atau paling
tidak duduk bersama yang enak membicarakan masalah kan
lebih baik dan jernih. jauh dari rasa iri, benci dan incim-
inciman.dan kadang terhindar dari sikap menuduh (bukan menfitnah
lho... tapi langsung menuduh) ke pihak yang sebetulnya tak
tahu menahu.

ah, entah mengapa aku sempat main di beberapa media asing.
atau dikirimi berita asing. yang sedikit banyak mengulas
perbuatan GD. konon (menurut berita Japan Times) sedang terjadi
unjuk power antara GD dan tokoh-2 lain. terutama tokoh-2
yang dulu mendesak GD untuk mendudukkan orang di kabinet.

sehingga muncullah pernyataan GD dengan "yaa terlibat KKN-laah"
itu.itu pula yang membuat dulu GD dengan enteng membalas kritikan
kenapa menterinya tetap banyak... dengan menyebut adanya
guarantor-guarantor.

apakah ini yang dimaksud dengan KKN oleh GD, dalam artian
guarantor-2 itu mengusulkan orang-orang yang
dalam pandangan GD kurang sesuai tempatnya? nggak tahu juga
aku. yang jelas ada satu media dalam negeri (lupa yang mana
di antara jawapos, kompas dan suaramerdeka) yang mengulas
hal ini. maksudnya mengungkap saat-saat negosiasi antara
GD dengan tokoh-tokoh pendukungnya (golkar dan PT) dan
dengan wakilnya. konon kabarnya penempatan laksamana-kalla
itupun mengandung unsur "pemaksaan" dari guarantornya dengan
konotasi, "pokoknya orang ini harus jadi menteri"...
ah, entah ding kalau ulasan itu hanya untuk meramaikan suasana
atau untuk membela GD... hehehe.. syndrom GD kata mas By..

salam,





mBah Seoloyo
moderator ML wjseto:
subscribe: [EMAIL PROTECTED]
HTTP://io.spaceports.com/~wojoseto

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke