On Sat, 6 May 2000, Abdullah Hasan wrote:

> Kalau anda, seperti saya, amat bosan mendengar kabar PDIP, itu hak anda dan
> saya. Yang ndak mau repot-repot , hak anda pula buat tutup kuping. Tapi yang
> ini menyangkut harga diri seseorang. Meskipun orang itu badannya besar, tapi
> seperti yang saya duga dari semula, akan cuma dianggap angin enteng oleh
> partai biasa seperti PDIP.  Silahkan anda simak dari detik.com :

WAM:
Sungguh tragis nasib Laksamana.
Tidak dianggap apa-apa meski sudah difitnah KKN (at least, itu lah
bantahan dia). Memang benar, kalau seorang Laksamana yang sudah ikut
membesarkan PDI-P saja dianggap expendable, terus apa artinya rakyat
kebanyakan yang tidak punya sumbangan apa-apa terhadap PDI-P? Gombal
sekali kalau partai ini mengatakan membela rakyat.

Seorang kolega dekat, yang tadinya mati-matian membela PDI-P, sekarang
sudah mulai menjauhi partai ini. Dia merasa heran, kenapa Mega diam saja
melihat Laks difitnah. Katanya, saya baru tahu kalau Mega itu ternyata
nggak bisa apa-apa. Dia cuma mengandalkan nama bapaknya.

Saya cuma tersenyum mendengarnya.
Tentu saja, ucapan seperti ini sudah amat terlambat.  
Yang jelas, fanatismenya terhadap partai ini (dulu) memang membutakan
matanya terhadap kenyataan bahwa partai ini dipimpin oleh seseorang yang
cuma mengandalkan garis keturunannya.


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke