Assalamu'alaikum, ww & Salam Sejahtera, Ketika saya baca berita dibawah ini, saya jadi teringat dengan tingkah monyet yang pernah saya pelihara di rumah, waktu masih di Indonesia. Waktu itu, setiap melihat sang monyet, saya suka sekali, wajahnya yang culun dan lucu..kadang ada rasa perlu dikasiani. Tapi ketika dapat makanan, nampak watak "tamaknya". Dikasih satu, makanan itu disimpan dalam kantung mulut sebelah kiri, (mukanya tetap culun), dikasih lagi, disimpannya di kantung mulut sebelah kanan, ..matanya masih mengharapkan "tambahan", diberi lagi dipegang kaki kirinya, dikasih lagi dipegang kaki kanannya, nggak cukup itu masih juga mengharap... dikasih lagi dipegang tangan kanan dan akhirnya tangan kirinya..... sisanya saya letakkan di dekat nya, ketika saya mau ambil sisa itu kembali...eh..itu monyet menaikkan alisnya dan mengeluarkan suara ancaman...... Dengan kasus di dpr hampir mirip; udah dipilih... bisa duduk di DPR, dapat baju cantik, dapat rumah, dapat gaji..... eh....jatah rakyat yang mau dinaikkan ekonominyapun di "embat"....dengan alasan gaji dia nggak cukup.... kok bisa wakilku kayak begini... Memang seperti pepatah melayu....( pepatah yg dipermak) ...habis manis....cari manis yang lain...kasih sepah untuk rakyat........Merdeka !!! Sekali di jajah..tetap di jajah....! White Crow ################# Gaji Naik, Agar Anggota DPR Tidak Buka Warung Reporter: Esther Permatasari detikcom - Jakarta, Rencana kenaikan gaji anggota DRP terus diprotes masyarakat. Tapi agaknya rencana itu bakal jalan terus. Alasannya, agar mobilitas anggota dewan tidak terganggu dengan usaha-usaha lain, seperti membuka warung. Demikian dilontarkan Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR, Asep Sujana saat meninjau Kompleks Perumahan DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2000). Asep mengingatkan, meskipun gaji naik, tapi anggota dewan tidak sepenuhnya menerima Rp 9 juta rupiah. "Mereka masih harus menyumbang pada DPP dan DPW partai masing-masing minimal dua juta rupiah perbulan," ungkap Asep. Belum lagi, tambah dia, bila ada kelompok masyarakat yang mendatangi DPR. Rata-rata diperlukan satu juta rupiah. Begitu pun jika anggota dewan mengangkat sekretaris pribadi. "Totalnya bisa mencapai 3,5 juta rupiah," Asep menjumlah angka yang harus terpotong dari gaji anggota DPR akibat adanya berbagai keperluan. Ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IX DPR Sukowaluyo Mintorahardjo menegaskan, kenaikan gaji anggota dewan sudah dipertimbangkan dengan kondisi keuangan negara. Dikatakan, dengan kenaikan hingga 100 persen, pemerintah hanya membutuhkan Rp 2 miliar perbulan. "Jika uang sebanyak itu dibagi kepada enam juta PNS, masing-masing hanya memperoleh 500 rupiah," demikian Sukowaluyo memberikan ilustrasi untuk menunjukkan bahwa kenaikan gaji DPR itu sangat wajar. Ditegaskan, kenaikan gaji itu dalam rangka untuk meningkatkan kinerja pejabat negara. Soal timing yang dikatakan tidak tepat, Sukowaluyo balik bertanya, "Kapan lagi mau dinaikkan, APBN kan sudah ditetapkan dan diputuskan berdasarkan undang-undang," kilah dia. (smu)
