> |> 
> |> pertanyaan saya: 
> |> - sedekat apa GN terhadap peristiwa tsb?
> |> - GN ini bacaannya apa aja sih, koq nggak ngerti
> |> personel parte yang diagung-agungkan nya sendiri
> itu?
> |> 

Maaf. Saya ingin memperbaiki istilah 'kedekatan' saya
yang pernah saya sampaikan. Peristiwa tersebut
berlangsung di sebuah area yang cukup luas, sehingga
keberadaan seseorang tentu tidak bisa mewakili segenap
aksi yang terjadi saat itu. mengenai wartawati
berjilbab, saya kemudian hanya melihatnya melalui
tayangan Liputan 6. Yang saya dengar adalah teriakan
'Cabut ! Cabut !', yang maksudnya adalah mencabut
kabel listrik komputer. Wartawati tersebut tadinya
menolak, dengan jawabannya yang 'saya hanya mau
mencabut jika perintah itu dari pimpinan Jawa pos'.
Selebihnya, saya tidak tahu. Kamera SCTV tersbeut
hanya satu titik dari ribuan titik dari peristiwa yang
berlangsung.

Kedekatan yang saya maksud dengan peristiwa tersebut
lebih saya artikan sebagai kedekatan pemahaman saya
terhadap segenap peristiwa yang berlangsung, tak hanya
ketika kejadian itu berlangsung, namun dekat dengan
suasana kerja yang berlangsung di harian tersebut.
Kurang sedikit lima tahun saya pernah gulang-gulung
campur baur dengan rekan-rekan di ruang redaksi harian
itu, hingga larut malam. Sehingga saya tahu, karakter
apa yang ada di kelompok harian ini. Bahkan beberapa
teman yang masih tinggal di situ pun saya melakukan
komunikasi, dan hampir rata-rata dari mereka
mengatakan ada rahmat tersembunyi dari kasus ini,
yaitu sekali lagi JP mesti belajar rendah hati.

Dulu pernah, kejadian yang serupa, juga dengan NU.
Benar-benar Dahlan Iskan sudah putus asa oleh
kesalahan yang dibuat anak buahnya, sehingga ia sampai
menyatakan 'saya akan penuhi apa saja yang diminta NU.
Bahkan seandainya gedung ini dibakar, saya pasrah'.

Saya tahu persis, bagaimana sejawat redaksi waktu itu
dalam menangani komplain, hak jawab, dan sejenis yang
lain. Hanya di mulut (telepon) saja mereka seolah-olah
membuat tanggapan baik. Tapi selepas telepon ditutup,
mereka tertawa cekakakan, meremehkannya. Kalau mereka
masih seperti itu, maka saya anggap wajar kalau kali
ini mereka terantuk batu yang sama.

Mengenai PDI Perjuangan, saya bukan apa-apa. Setahu
saya, Gus Im memang anggota PDI Perjuangan, dan jadi
anggota legislatif dari partai ini. Setahu saya pula
yang jadi  ketua adalah Syaifulah, yang keponakan Gus
Dur, yang ketua Ansor. Tapi mungkin saya salah. Karena
saya juga bukan anggota partai ini, dan masih banyak
urusan yang harus saya kerjakan dan baca, sekedar
untuk tahu Gus Im itu ketua partai atau bukan. Untuk
yang satu ini fifty-fifty, lah. Kalau keliru, ya
jangan marah.

Jadi begitu, Zen...

=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send instant messages & get email alerts with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com/

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke