Ah nggak sedramatis itu. Ini kan cuma proses, nampaknya PKB ingin
memposisikan sebagai Partai Pemerintah, sehingga apapun yang dilakukan
pimpinan pemerintah selalu diusahakan justifikasinya dan didukung. Paling
tidak disini positioning PKB sangat jelas. Jelas benarnya atau jelas
salahnya, tergantung, tapi jelas las laaas.
Risikonya juga sudah diperhitungkan, pasti dicap Golkar jilid 2, partai
bebek dan sebagainya. Itu memang risiko dalam rangka balancing. Meureun...
yap
----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, May 05, 2000 11:20 AM
Subject: [Kuli Tinta] PKB, kwek.....
> Setelah keinginan Gus Dur untuk mencabut Tap 25/66 secara hukum dianggap
> ngawur (karena yang berhak mencabut itu MPR), saya baca Fraksi PKB
> mengusulkan pencabutan Tap itu. Komentar saya, bener-bener partai
> kwek-kwek-kwek. Cuma pinter membebek.
>
> Kalau bener itu pikiran murni PKB, kok nggak dari kemarin, sebelum mbah
> Dur unjuk suara, partai ini bikin usul? Lagian, seperti yang saya lihat di
> TV, kok kengawuran Gus Dur ditiru persis sama orang PKB. Yaitu,
> pencampuradukan antara hak sipil keturunan PKI dan penyebaran ajaran
> Marxisme. Nggak ada hubungan antara merehabilitasi hak anak keturunan PKI
> dengan Tap 25/66. Nggak ada kah suara lain di PKB selain kwek-kwek-kwek
> terhadap setiap omongan Gus Dur?
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!