AYO, RAME-RAME HAKIMI BOCAH S.M.U.
Ramainya berita bocornya Ebtanas yang berbuntut murid-murid SMU yang nilai
biasanya, rapot, harian dll berbeda/dapat nilai 2 angka lebih tinggi harus
mengulang lagi ebtanasnya, suatu bukti bahwa masyarakat terutama dedengkot
pendidikan "menghakimi" anak didiknya dianggap sebagai maling-maling kecil
tanpa bukti. Nggak mau ngulang ? Jangan tanya deh, tambah sengsara lu !
Sebenarnya justru para dedengkot pendidik yang di dekdiknas, kanwil itulah
maling-malingnya yang mengajarkan kepada generasi muda untuk nyolong,
diajari mencuri. (lho kok sama, menghakimi juga - lha apa tidak boleh, orang
sekarang bocah-bocah yang tidak terbukti (baca ketangkap) nyontek, atau
beli, atau bawa jawaban, asal nilainya lebih tinggi dari biasanya, apa dia
bener-benar belajar mati-matian diakhir hayat sekolahnya, atau mungkin
memang juga beli soal bocoran, bener apa tidak, trus tetap divonis untuk
ngulang ebtanas. Duuh arogannya dedengkot pendidik kita.
Para kepala sekolah, guru, bangga kalau anak didiknya disuruh ngulang lagi,
tanpa membelanya. Kalau para dedengkot pendidikan di dekdiknas itu tidak
menjual soal, ya nggak bakalan anak bocah-bocah itu dapat bocoran. Yang
pegang soal khan dedengkotan pendidik yang mengajari maling itu (lho kok
menghakimi lagi), yang sampai sekarang nggak pernah kedengaran diapa-apain.
Memang pencuri ayam dipithes mati, koruptor kakap berheha-hihi.
Quovadis para penyandang pendidik Indonesia yang apa sudah mulai nggak kuat
karena sampai demo saja gajinya tetap belon naik sehingga cari cara mendapat
penghasilan ngejual bocorin soal ujian buat tambah kesejahteraan.
Yo rame-rame hakimi bocah SMU, mumpung masih gampang dihakimi, yang katanye
maling-maling cilik yang lagi belajar nyurinya dari pendidiknya dan belon
lulus sehingga masih gampang di-vonis ��� SIAPA PEDULI .. !?!??! PREKG !!
______________________________________________
FREE Personalized Email at Mail.com
Sign up at http://www.mail.com/?sr=signup
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!