Iya,.......kalo mbandingin dengan malay or sing, rasanya emang pedih,...
Orang indo di sana kayaknya udah dicap TKI aja,....... pembantu,.........

hicks,......

wd/~





[EMAIL PROTECTED] on 06/07/2000 03:40:05 PM

Please respond to [EMAIL PROTECTED]

To:   [EMAIL PROTECTED]
cc:    (bcc: Saptono Widhi)
Subject:  Re: [Kuli Tinta] BALADA SABIRIN



Kelihatannya , peristiwa Syahril Sabirin adalah lanjutan drama tragis "
Bunuh-Diri-Pelan-Pelan" yang dilakukan oleh Gus Dur.
Melihat adegan bunuh diri tersebut, tentunya membuat getir dan trenyuh. Juga
mungkin frustasi. Sudah nasib bangsa ini mungkin. Apalagi membayangkan bahwa
setelah yang bunuh diri jatuh dilantai bersimbah darah merah, maka
penggantinya akan tidak kalah geblegnya, meskipun moralnya mungkin lebih
baik. Tapi otaknya juga tidak akan jauh dari keris, kuburan dan nenek
moyang...., dan dipuja-puja bagai dewi kahyangan, walaupun sang dewi manusia
yang kendaraannya VW kodok keluaran tahun 2000, yang harganya 450 juta.

Tetangga kita Singapura, Malaysia  sudah sampai kemana ? Aduh sedihnya...!

Wassalam.
Abdullah Hasan.


-----Original Message-----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, June 07, 2000 1:44 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] BALADA SABIRIN


On Wed, 7 Jun 2000, Ali Hasan wrote:

WAM:
Saya yakin, berita-berita macam begini tidak membuat Matori/Yahya Muhaimin
cs sadar bahwa _ada sesuatu yang salah_ dengan presiden kita. Berbeda
dengan  pada masa pra Pemilu dimana orang2 PKB getol menunjukkan dirinya
sebagai reformis/demokrat dsb, yang terjadi sekarang membuktikan bahwa
mereka tidak lebih dari sekumpulan zombie yang tidak bisa berfikir lain
kecuali mengikuti apapun kata mbah Dur.


-









->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!



















->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke