Reserse Polisi pak Alex mengatakan bahwa sampai saat
ini data serta fakta yang dimilikinya menunjukkan bahwa
Kiyaine bersih dari kasus Bulog.
Sambil menunjukkan foto Soewondo, ia mengatakan bahwa
kunci persoalannya adalah Soewondo, namun GD akan
diperiksa sebagai saksi. Bahkan ia mengatakan akan
merogoh tabungannya 2 juta untuk menghadiahi mereka
yang berhasil menangkap Soewondo.
Pada saat yang sama, Bondan semakin bebas berbicara dan
menunjukkan bahwa aliansi politik antara [1] Kekuatan
Orba yang terpecah dengan [2] Kelompok tertentu yang
tidak memiliki power namun ingin berkuasa semaki jelas
dalam berhadapan dengan kelompok [3] Kekuatan yang
masih mencintai negeri ini untuk tidak ingin negara ini
semakin terpuruk kedalam kondisi yang semakin jelek
(kebangsaan?).
Pada saat yang sama, BEM UI menganugerahi GD dengan
Soeharto Award karena dipandang berhasil meneruskan
KKN; Marzuki yang dianggap gagal mengusut Kasus KKN;
dan Benny marxuki sebagai tukang bunuh.
Pada saat yang sama, Hammas kemarin berdemonstrasi di
MPR untuk menunutut agar Tap MPR yang menetapkan GD
sebagai Presiden dicabut.
Sebelumnya, ada kasak-kusuk bahwa MW menjadi Presiden
tidak apa-apa, padahal yang kasak-kusuk itu dulu ABM.
��
(Kelompok ke 3, namun tetap kritis kepada pemerintah
berdasar pada kejernihan dan kejujuran dalam
berpikir)
----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, June 15, 2000 10:05 AM
Subject: [Kuli Tinta] Shohibul HIKAYAT-nya ketua MPR
potongan berita dari jawapos (koran online di hari
libur ini) sangat
menarik untuk dicermati (menurut faham soeloyoisme,
tentunya)
mengapa menarik?
karena menunjukkan bahwa dulu GD dipilih itu tidak
secara
ikhlas dan komprehensip atau apa lah. yang penting
untuk
memenuhi tujuan "sesaat" kalau itu. yi. menghindari
presiden
dari golongan wanita dan cenderung dekat dengan
non-muslim
dalam warna politiknya. apa boleh buat, berhubung calon
lain
tidak ada (terbukti pada mundur menjelang pemilihan,
kan...
padahal sempat pada berdebat cacacacapres segala, lho)
[ah... ini sekalian menjawab mas poirot yang bertanya
mungkinkah
non-muslim jadi ri-1. walah mas wong yang juga muslim
saja dulu
itu dipermasalahkan keislamannya dan kegendhutannya
serta kelaminnya
kok sampeyan tega-teganya membuka topik kemungkinan
non-
muslim menjadi RI-1. yang sekarang seorang mantan ketua
ormas
islam besar saja mau diperiksa gitu kadar
ke-setroke-annya, hayo?
maaf.. pesimis dan "nyatane ngono kok"]
berikutnya (boleh dong aku curiga sendiri) tingkah
polah elite politik
akhir-akhir ini yang berhubungan dengan GD terkesan
memang sengaja
untuk meningkatkan kadar ke-setroke-annya tadi,
sehingga memungkinkan
ide atau usulan untuk membentuk tim dokter ahli setroke
untuk melihat
"nasib" GD. (dianggap membela GD ya terserah... hehehe)
siapa tahu perstiwa-2 hangat semacam bulog-gate,
adipati sabirin,
patih
suwondo tukang pijet, lek sapuan yang dari ngipebe
koneksyen dsb itu
pun juga peniupannya ke arah sejajar. meniup peluang
setroke kyaine.
terakhir dan ini paling runyem menurutku, sebagai
analis amatiran dan
kenthiran, pihak-2 yang menginginkan lengsernya GD
kehabisan akal
bertanding argumentasi, kepopuleran,
ke-kontroversial-an sampai
kenggadurannya. pertama dari kasak-kusuk SU menjadi
SI.. telah
banyak koreksi dari para ahli hukum tatanegara bahwa SI
tidak
mungkin terjadi dalam kondisi GD masih begitu
(maksudnya walaupun
nggadur belum melanggar konstitusi, gitu lho). maka
dicarilah alasan
lain
yang lebih "manusiawi" yaitu problema kesehatan GD,
yang dikatakan
(kok herannya baru sekarang, ya?) pernah diserah
setroke 2 kali.
kalau ini benar... batapa runyemnya negara. apalagi
bangsa.
yang lagi ngelamun poll...
soelojo
--------
Jawa Pos, Rabu, 14/06/2000 - 16:48 WIB
Amien Setuju Usul Pembentukan Tim Dokter Pemeriksa Gus
Dur
Jakarta
Ketua MPR Amien Rais menyetujui usul pembentukan tim
dokter independen
untuk memeriksa kondisi kesehatan Presiden Abdurrahman
Wahid ,
khususnya untuk mengetahui apakah kondisi fisiknya
masih mampu untuk
bekerja hingga 2004 mendatang atau tidak.
"Saya 'amat' sangat setuju usulan pembentukan tim
dokter independen
yang disampaikan Partai Golkar," ujarnya di Jakarta,
Rabu, menanggapi
usul Ketua DPP Partai Golkar Agung Laksono agar MPR
membentuk tim
dokter independen untuk memeriksa kesehatan Gus Dur.
Agung Laksono berpendapat, sudah saatnya kini
mendiskusikan kesehatan
Gus Dur berkaitan dengan pernyataan-pernyataannya
selama ini. Apa
memang ada hubungan antara kondisi kesehatan dengan
pernyataan-
pernyatannya.
"Kita tahu Gus Dur pernah dirawat karena stroke.
Dikhawatirkan hal itu
berpengaruh saat ini. Jika kondisi fisik dan kejiwaan
itu tidak
memiliki pengaruh maka tidak menjadi soal, namun jika
memiliki
keterkaitan harus dilakukan upaya agar kesehatan Gus
Dur pulih benar,"
ujarnya.
Akibat stroke
Menanggapi hal tersebut, Amien Rais mengatakan, dirinya
telah
berbicara dengan banyak orang dan mereka mengatakan
kontroversi yang
dibuat Gus Dur selama ini terkait dengan penyakit
"stroke" yang pernah
dua kali menyerangnya.
Menurut sohibul hikayat, lanjut Amien Rais, orang yang
kena stroke
akan mengalami gangguan pada saraf memorinya. Jadi,
katanya, daripada
semua pihak ribut terus, maka ada baiknya DPR
mengajukan usul untuk
membentuk tim dokter independen guna memeriksa
kesehatan presiden.
"Bila hasilnya memang sehat, Alhamdulillah. Jika tidak,
mari kita
bicarakan bersama, apakah perlu diteruskan atau tidak
masa jabatan
kepresidenannya," katanya.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!