----- Original Message -----
From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
------
Yang Lasykar Jawa nanti bakal bingung mBah, lha wong
Paseduluran itu lebih penting dibanding pakaian.
Makanya, dulu ada kasus orang Jawa di Medan. Orang Jawa
ya anteng-anteng saja. Lha wong tetanggaku yang mBatak
itu sudah seperti sedulur kok harus terpengaruh oleh
orang lain...
��
(ikut nyoeloyo ah...)
----------------------------
wah, dapet teman nih. (mau nyebut pengikut, kok lebih muda)
lha iya, herannya aku ini justru kok lasykar-2an itu marak dan
aktif sekali di daerah solo-jogya ya?
terus aku sendiri juga dari situ-situ asalnya.
aku juga sering bertanya-tanya dalam hati. mengapa masalah
sara (perang antar agama) ini yang rame sekali hanya sebelah.
sebelahnya lagi kok ayem-ayem saja. sehingga ada kesan,
bahwa ajaran agamanya jadi bulan-bulanan, memang begitu.
malah aku pernah di-hajar beberapa netter dengan ayat-ayat
kitab suci segala akan hal ini.... (kapok temenan aku)
kalau misalnya, pemecahannya dimodifikasi dikit gimana ya?
lasykar jihad.. biarlah ada dan kita dukung aja lah, sepatutnya.
tetapi dalam mendukung itu ada juga tuntutan (kalau aku lho
ini). logikanya, karena dianggap perang, maka yang berhadapan
ada 2 pihak yang berbeda (dalam hal ini agama?). kalau memang
yang berperang itu karena ajaran agamanya, padahal di belahan
nusantara lain (jawa misalnya) kedua agama itu kok sepertinya
yang satu "cuek" aja. atau dibeberapa daerah malah rukun dan aman
aman sahaja. lha kalau demikian kan timbul pertanyaan.
yang bertikai itu agamanya atau orang-nya?
atau karena diprovokasi sehingga sebagian umat beragama tertentu
menjadi beringas dan menyerang orang beragama lain?
kalau demikian halnya, sekaligus untuk membungkam provokator-nya
yaaa itu tadi. bentuk saja lasykar gabungan. buang sedikitlah
perbedaan ajaran agama, cari persamaan yang lebih umum. misalnya
sama-sama "kere" indonesia gitu, untuk mencapai tujuan yang lebih
dan jauh lebih penting, yi. kesatuan dan persatuan bangsa (dg.cat.
masih pada menghormati kebangsaan indonesia, tentunya).
yang merasa jadi pemimpin agama, mbok iyao ajak-ajak
pemimpin agama lain yang dianggap musuh itu untuk juga
mengerahkan angkatan yang punya POWER. kemudian rame-rame
usul kepada presiden, lewat menteri agama.. "minta ijin" berangkat
ke lokasi peperangan. sambil ajak-ajak sekalian unsur militer
dan kepolisian (juga gabungan dari berbagai agama deh). terus
mohon restu kepada ketua MPR atau minta ijin pada ketua
wakil rakyat. minta disediakan fasilitas transportasi dan akomodasi
lengkap (bila perlu sak senjata-senjatanya sekalian).
rame-rame ngroyok lokasi peperangan... kan lebih serem dan
heboh. pasti deh akan segera menghias berita-2 manca
negara yang akan terkaget-kaget dengan gerakan nggadur
begitu.... (yang dicurigai sebagai pengobok indonesia juga
akan terperangah, aku yakin!)
yang sedang berperang akan pikir-pikir kan? lha kalau mereka
mau menyerang lasykar gabungan itu.. lantas mau menyerang
yang mana? pihak militer yang dicurigai terlibat di sana, kalau
mau memihak salah satu kaum, bagaimana menghadapi
lasykar gabungan yang komplit dan legitimated ini?
(apalagi kalau disertai oleh banyak pernyataan dari netters
manca-negara dan lain-lain.... wuuuih....betapa akan segera
beresnya urusan sara).
bila daerah lain ingin meniru... kembali dikroyok lasykar
soeloyoan begitu kan provokatornya (kalau memang ada) sudah
barang temtu mati kutu.
gitu aja kok repot.... prekethek....
(ning apa mungkin ya? "wong nyatane ngono")
soeL
------
masih meneruskan lamunan, bagaimana berkontribusi yang
baik seperti himbauan kyai Yap C. Young tadi.... karena
sayang pada anak-cucu nanti, khawatir bila terpaksa mewarisi
GOMBAL AMOH indonesia
----------------------------------------------------------------------
--------------
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!