On Mon, 19 Jun 2000, Bambang Sumantri wrote:

> Apa iya mesti menjual keyakinan hanya untuk bisa nginep-bayar-miring di 
> asrama seperti itu? Itu mah terlalu jauh, juragan ...

WAM:
Mas, lha kalau yang punya rumah kost (asumsinya, itu bukan asrama yang
dibayari pakai duit negara) memang penginnya cuma dihuni kelompok
mahasiswa agama/asal daerah tertentu, ya no problem kan? Wong
rumah-rumahnya dia sendiri, mau dibikin aturan sak-enak wudelnya sendiri
ya biar saja. Kecuali itu asrama publik, baru nggak boleh bikin aturan
diskriminatif.

Orang tua saya sendiri, yang dulu punya kost-kostan, memang punya
pengalaman buruk dengan mahasiswa-mahasiswa berasal dari daerah tertentu.
Ya sudah, akhirnya diblack-list saja mereka ini.  


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke